facebook google twitter tumblr instagram linkedin

Find me on Social Media

  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Hobby
    • Fashion & Make Up
    • Health
  • Tips
  • About Me

Berbagi Rasa Berbagi Ilmu


Holaa~

Di sini aku mau berbagi tentang pengalaman menggunakan produk kecantikan, Naava Green.
Bagi yang menemukan blog saya dari google, berarti kalian sudah pernah dengar brand ini.
Bagi yang belum pernah dengar, Naava Green merupakan skincare seperti LBC, Natasha, Erha dsb. Bedanya Naava Green menyasar kaum menengah ke bawah.

Dikutip dari website Naava Green :
 NAAVAGREEN SERVICE
Semua proses perawatan dan produknya menggunakan bahan-bahan alami/natural. Keuntungan lain yang dapat diperoleh di naavagreen adalah, selain tentunya dengan biaya yang lebih murah, juga kualitas produk yang prima, dan pelayanan yang ramah serta pelayanan dokter yang profesional.
Naava Green juga sudah berlisensi BPOM dan sertifikat halal MUI, lho~ Naavagreen menggunakan bahan-bahan botanical alami, seperti rutin (apel), quercetin (blueberries), hesperedin (orange), astaxanthin (tomato),dll

Kesan awal tentang Naava Green

Walau Naava Green ini sudah lama berdiri, aku baru tahu tentang Naava Green ketika di Yogyakarta. Sebelumnya, saat kuliah di Solo, aku tidak pernah dengar tentang Naava Green, baik dari temen atau ketika jalan-jalan kota solo.

Di Yogya, kantor Naava Green cukup banyak dan berlokasi strategis. Yang pertama aku tahu itu di Jalan KusumaNegara. Dari gembira loka ke barat, sisi utara jalan sebelum perempatan lampu merah. Karena tiap sabtu, aku sering jalan ke kusuma negara, jadi sering lihat kantor Naava Green ini. Kesan yang aku dapat ketika lewat depan kantornya : rame. Pasti banyak motor yang parkir di luar. Karena penasaran kenapa bisa rame gitu, aku pun research di google tentang review produknya.

Selain di Yogya, Naava Green buka banyak cabang di kota-kota kecil juga. Lebaran kemarin waktu pulang ke Madiun, ada cabang Naava Green. Di Solo sendiri lokasinya di jalan Yosodipuro, sejalan dengan Mall Paragon. Dan masih banyak cabangnya lagi di kota-kota kecil lainnya.

Kesan kedua yang aku tangkap tentang Naava Green : murah. Di berbagai review yang ada, mereka mengatakan bahwa produk Naava Green itu murah. Karena aku tidak mengetahui perbandingan skincare lainnya, aku masih belum begitu percaya tentang harga murah itu. Apalagi kalau ternyata produk murah, hasilnya gak bagus kan sama aja. Di beberapa review, ada yang kecewa dengan produknya, jadi aku masih belum berani untuk mencoba.

Mulai mencoba Naava Green

1-2 tahun kemudian, wajahku yang mulus (ceile..) mulai berjerawat. Aku pikir sifatnya hormonal, tanda bentar lagi datang bulan. Tapi setelah selesai datang bulan, jerawatku tidak hilang-hilang juga. Akhirnya mulai searching-searching produk jerawat tapi yang alami. Sempat nyoba lightening water, air yang mengandung oksigen, tapi efeknya hampir tidak ada.

Teman sekantor pun menyarankan untuk mencoba Naava Green. Dia juga mempunyai masalah jerawat seperti aku. Aku sampaikan aja alasanku di atas yang membuat aku takut mencoba produk Naava Green. Dia meyakinkan aku bakal gak papa, pokoknya dicoba dulu, dengan gaya bahasanya yang menyakinkan (wajar.. dia marketing hahaha) aku putuskan untuk mencoba.

Cara pembelian di Naava Green tergolong mudah, yang lama antrinya T_T :
1) Ambil nomor antrian jika ada. Tidak semua kantor cabang Naava ada sistem nomor antrian
2) Ketika sudah dipanggil, daftar data diri terlebih dahulu. Bagi yang sudah punya keanggotaan, berikan kartu Naava-mu, atau jika hilang, sebutkan nama dan alamat. Nanti petugas akan mencari data kartu Naavamu
3) Sampaikan keperluanmu, apakah mau beli cream langsung, atau konsultasi atau perawatan lain, seperti facial.
4) Setelah petugas mencatat keperluanmu, kembali ke ruang tunggu. Tunggu hingga nama dipanggil.
5) Kamu akan dipanggil untuk membayar produk-produk yang kamu beli. Untuk biaya konsultasi gratis
6) Selesai membayar, tunggu dipanggil lagi untuk pengambilan produk atau giliran konsultasi/perawatan

Krim yang diberikan ada 3 : anti iritasi, krim malam dan krim pagi. Untuk awal pemakaian, akan disarankan menggunakan krim anti iritasi selama 3 hari. Setelah itu pakai krim malam dan krim pagi. Selain krim, ada facial toner dan facial wash (sabun muka) juga. Jadi kalau kamu baru pertama kali ke Naava Green, kamu akan dapat : 3 krim, facial toner dan facial wash.

Hasil Pemakaian produk Naava Green

Semua produknya ini (krim, toner dan sabun muka) nyaman dipakai. Karena aku tipe orang yang suka produk natural dan sebisa mungkin menghindari produk kimia, produk Naava ini cocok untuk aku. Sabun mukanya tidak berasa keras (tidak seperti Bi*re), cukup tuang sedikit trus digosok di tangan dan dikasih ke muka, terasa lembut dan bekerja optimal. Untuk tonernya juga lembut, tidak keras (tidak seperti Ov*le). Untuk krimnya, sama lembutnya juga. Bahkan pemakaian seminggu sudah terasa efeknya. Kulit jadi lebih halus, kenyal dan bersinar.

Aku baru menggunakan produk Naava tahun 2015, ketika jerawat melanda itu. Dan setelah pemakaian rutin kurang lebih 3 bulan, jerawat beneran hilang! Dan lebih mantapnya lagi, kulit aku lembut dan kenyal. Tidak kering dan tidak mengelupas. Seneng banget! Apalagi waktu itu jerawatku jerawat batu, hal yang aku pikir mustahil hilang huhuhu... Ibu pun yang tahu banget keluhanku tentang jerawat, setelah pemakaian produk Naava ini, berkomentar aku keliatan lebih putih, selain jerawat hilang tentunya hahaha...

Sedang temanku yang ngajak aku ke Naava Green ternyata gak cocok dengan produknya. Jerawat dia tambah banyak dan gatal-gatal. Jadi kalau dibilang produk Naava itu jelek, aku rasa nggak juga. Tergantung kondisi kulit masing-masing orang. Buat kamu yang mencoba Naava Green dan sampai sekarang belum ada skin care yang cocok, langsung coba aja. Karena apa yang dialami orang lain belum tentu akan sama di kita.

Untuk harganya pun murah, total semua krim, toner dan sabun muka itu, hanya sekitar 100ribuan. Itu waktu pembelian di yogya ya.. Harga per krimnya kurang dari 30ribu. Murah kan? Bandingkan di LBC lokasi di Yogya, harga perawatannya 200ribuan lebih. Kalau aku sih mikirnya, kalau yang murah udah bagus kenapa harus ke yang mahal.

Setelah jerawat hilang, aku berhenti pakai produk Naava, walaupun krimnya belum habis. Karena tujuanku memang cuma buat ngilangin jerawat. Selama berhenti pemakaian produknya tidak ada efek samping, mukaku seperti biasanya.

Puas! Beli Naava Green lagi deh

Kemudian tahun 2016 aku pindah ke Jakarta. Nah, 2 bulan setelah tinggal di Jakarta, jerawat muncul lagi. Gak tau karena makanannya, kondisi lingkungannya, airnya. Entahlah...

Saat itu wajahku juga agak kasar. Kalau tangan dioleskan ke pipi rasanya kayak bersisik gitu, kering dan tidak halus. Aku pakaikan SK-II tidak berefek. Aku putuskan kembali pakai Naava Green. Walau aku berdomisili di Jakarta, aku belinya di Solo, ketika pulang kampung, biar lebih hemat juga hahaha....

Niatnya langsung beli krimnya saja, tanpa konsultasi. Tapi karena terakhir pakai tahun 2015, mbaknya menyarankan untuk konsultasi, yaudah.. Pas konsultasi, dokternya megang pipiku dan langsung bilang "ini iritasi", weeh secepat itu periksanya. Jadilah aku beli paket yang sama seperti pertama pakai.

Aku juga putuskan untuk facial, banyak komedo bersarang huhuu.. Dan pas facial, atiiit bangettt T_T Selain karena udah lama gak facial/bersihin komedo, jerawat dan komedonya juga sudah berakar dalam. Hiks, sakit banget sumpeh... Sampe bengkak merah mukanya.

Pemakaian krim Naava ini baru jalan 1 mingguan. Efek merah-merah facial masih belum begitu hilang -akibat kebrutalan mbak nya-. Tapi yang jelas, ada efeknya. Kulit aku kembali kenyal dan lebih halus. Yang aku tulis sebelumnya kulit bersisik/kasar di bagian pipi, sudah hilang dan sekarang halus dan kenyal. kecuali di bagian yang bengkak karena facial T_T Aku sih percaya, nanti juga bakal kembali mulus seperti dulu.. Kalau sudah ada hasilnya, nanti aku update lagi di sini.


Buat teman-teman yang penasaran dengan produk Naava Green, udah.. langsung coba aja..  Kalau produk Naava ini jelek gak mungkin dong bisa banyak yang pakai sampai antrinya sebegitu... Kalau pengen tahu apa produknya ini cocok di kamu atau tidak, solusinya ya hanya dengan mencoba. Karena efek tiap orang beda-beda, tidak bisa digeneralisir. Kalau gak pengen wasting money, bisa minta krim temennya yang udah pakai Naava. Tapi dengan harga yang murah segitu, aku rasa langsung beli juga gak masalah.

Sekian review aku tentang Naava Green ini. Review ini tidak disponsori oleh Naava Green, aku cuma ingin berbagi pengalamanku kepada teman-teman. Semoga bermanfaat ya! Apabila ada yang ingin ditanyakan, feel free comment di bawah.

Thank you~

1:40 AM 189 comments

Saya ingin membagikan review mengenai dua buku ini. Sebenarnya buku ini bukan milik saya, tetapi milik perpustakaan kantor, dimana itu adalah milik Ibu owner yang kemudian kumpulan buku-bukunya dibuat perpustakaan mini. Biasanya saya baca novel yang percintaan atau komik, nah karena penasaran tentang buku yang melegenda ini, saya pun coba baca.

Ulasan ini hanya untuk 2 series bukunya, Part 1 dan Part 2, karena yang ada di perpustakaan hanya itu, Hahaha... Untuk part selanjutnya, saya belum tertarik beli, karena perpustakaan mini di kos saya sudah penuh :D

Buku ini diterbitkan oleh Penerbit B First (PT Bentang Pustaka) dan ditulis oleh Trinity, the most inspiring woman in travelling world, especially Indonesia. Masing-masing buku ini cukup tebal, ada 250an halaman tiap bukunya. Buku ini berisi tentang kisah perjalanan Trinity mengelilingi benua Amerika. Review lengkapnya akan saya jabarkan di bawah dengan dibagi poin-poin penilaian *berlagak juri*

Gaya penyampaian
Trinity menggunakan gaya bahasa yang santai tapi tidak acak adul. Jadi penggunaan kata dan komposisi bahasanya itu masih sesuai aturan EYD tetapi tidak formal-formal amit. Enak dibacanya dan 'suasana'nya itu dapat. Kadang saya ketawa baca opini mbak Trinity di sebuah kejadian. Kadang juga ikut-ikutan merasa capek, seperti saya sendiri yang mengalami travelling itu. Saya suka gaya penyampaiannya, gak bikin bosen!

Isi materi
Seperti judulnya, isi bukunya mengenai pengalaman travelling selama 1 tahun. Seperti kita tahu, di toko buku, buku travelling, baik panduan atau pengalaman orang travelling, sudah banyak beredar. Dan dari opini saya bukunya mbak Trinity ini beda! Kenapa bisa beda?

  1. Ketika buku travelling lain tempat yang didatangi seperti jepang, korea, ASEAN, china, hongkong, dst, mbak Trinity travelling ke Benua Amerika yang nun jauh di sana. Yang bahkan keberadaannya samar-samar *lebayy*. Awalnya mikir ngapain baca travellingnya ke Benua Amerika yg kurang terkenal untuk travelling, paling juga gak seru atau biasa-biasa aja. Eh ternyata oh ternyata.. seruu bangeet! Bikin penasaran tentang cerita ke kota selanjutnya! Apalagi yang kultur budaya, alamnya yang beda jauh dengan Indonesia, dari cerita mbak Trinity jadi tahu banyak hal! Jadi terinspirasi juga mau ke sana, terutama Machu Pichu *buka dompet dulu*
  2. Mengenai keniatan mbak Trinity, masuk kategori SANGAT NIAT! Bagaimana tidak, kalau buku travelling kebanyakan bercerita untuk perjalanan 1 minggu/lebih, mbak Trinity malah 1 tahun! Sampai direlain keluar kantor.. Niaat sumpaah! Gak banyak orang Indonesia yang berani travelling seperti itu. Dengan metode travelling seperti itu, malah jadinya ngerasa benar-benar yang namanya travelling, bukan lagi namanya liburan. Jadinya tahu benar kebiasaan masyarakat sana karena hidup selama berhari-hari di sana walaupun status tempat tinggalnya di hostel. 
  3. Selain menceritakan pengalaman dan kejadian yang ia temukan selama travelling, terkadang ada tips travelling juga disisipkan. Jadi bukunya ini juga bisa jadi buku panduan travelling walau tidak terlalu lengkap. 
  4. Lebih mengenal Indonesia di mata dunia. Mbak Trinity juga mengemban misi mempromosikan tanah air di masa travellingnya ini. Dari bukunya, aku jadi tahu bagaimana Indonesia di mata orang-orang Benua Amerika dan bagaimana orang Indonesia yang tinggal di Benua Amerika. Dan di antara traveller mancanegara lain, mbak Trinity dan temannya merupakan orang Asia pertama yang mereka temui selama travelling mereka. Hahaha.. orang Indonesia jarang yang travelling jauh ke barat sih. Dan pembuatan visa untuk WN Indonesia di sana itu ribet, bahkan semacam 'direndahkan'. Banyak yang kurang tahu tentang Indonesia di sana. Syedih :(
  5. Tampilan gambar berwarna. Nah kalau gini kan enak, jadinya gak perlu berimajinasi membayangkan laut itu biru, pasirnya putih :D
Kesimpulan : Banyak informasi dan hikmah *beratt bahasanya* yang bisa didapat setelah membaca buku ini. Bisa menginspirasi, bisa untuk menambah wawasan, bisa untuk entertainment, bisa juga untuk kamus bahasa (ada kamus bahasa spanyolnya dikit hahaha)

Harga
Untuk harga, aku no komen, secara bacanya aja minjem hahaha...

Kesimpulan
Buku mbak Trinity sangat recommended untuk kamu-kamu yang suka travelling atau yang pengen lebih mengenal Benua Amerika, seperti para Latin, Meksiko, Kuba, dll. Pembawaan ceritanya pun gak membosankan, salah satu alasan kenapa buku ini jadi Best Seller. 
1:49 AM No comments
Older Posts

About me

About Me


Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctor, nisi elit consequat ipsum, nec sagittis sem nibh id elit. Duis sed odio sit amet nibh vulputate.

Follow Us

Recommended Post

Tips Persiapan Backpacker Travelling ke Luar Negeri

Hari gini, travelling ke luar negeri sudah sangat mudah! Dengan dukungan internet dan kecepatan penyampaian informasi, siapa pun b...

Labels

finance jepang review story tips traveling

Blog Archive

  • ▼  2017 (1)
    • ▼  January (1)
      • Perpanjangan SIM Beda Domisili
  • ►  2016 (7)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
  • ►  2013 (1)
    • ►  May (1)

Recent Comments

Ad Banner
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates