facebook google twitter tumblr instagram linkedin

Find me on Social Media

  • Home
  • Travel
  • Life Style
    • Hobby
    • Fashion & Make Up
    • Health
  • Tips
  • About Me

Berbagi Rasa Berbagi Ilmu


Hari gini, travelling ke luar negeri sudah sangat mudah! Dengan dukungan internet dan kecepatan penyampaian informasi, siapa pun bisa mengadakan perjalanan ke luar negeri tanpa tur atau istilah lainnya backpacker. Dari tiket pesawat, hingga akomodasi di sana kita sendiri yang handle semuanya.
Di sini aku akan berbagi pengalaman dan kumpulan dari rangkuman tips-tips apa yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan travelling ke luar negeri!

1) Tabungan
Poin penting ini! Jangan melakukan travelling/liburan ke luar negeri dengan dana utama untuk kebutuhan hidup. Gunakan dana travelling dari dana sisa setelah dikurangi kebutuhan hidup atau dana tabungan. Jangan berutang melebihi kemampuanmu hanya untuk mewujudkan keinginan untuk travelling/liburan ke luar negeri!
Tabungan atau dana sisa juga tetap diperlukan ketika kita sedang berlibur di luar negeri. Kadang pasti kita kalap belanja atau ada pengeluaran yang tidak direncakan, dan uang saku tidak cukup, nah, kamu bisa tarik uang tabunganmu di ATM negara itu yang langsung terkonversi dengan kurensi tersebut. Tapi tentunya akan ada tambahan biaya dan perbedaan rate.

2) Beli tiket promo
Hal yang paling sering ditanyakan atau ditakuti oleh orang yang belum pernah keluarga negeri adalah harga tiket pesawat. Ada trik untuk mendapatkan harga murah tiket pesawat :
- Rajin pantau maskapai favoritmu untuk mengetahui promo yang berlangsung.
- Beli jauh-jauh hari. Biasanya untuk mendapat harga murah tiket pesawat dibeli jauh-jauh hari saat promo tersebut berlangsung, misal beli februari 2016, kamu berangkatnya sekitar tahun 2017. Tapi ada juga promo yang dekat tanggal keberangkatan untuk memenuhi kursi kosong.
- Pilih tanggal liburan/travelling pada tanggal yang tidak high season, baik dari sini (Indonesia) atau di sana (tempat tujuan). Kecuali kamu memang menargetkan ingin liburan pada high season, pastikan sesuai budgetmu.

3) Buat passport
Buat passport mudah saja kok. Kamu cukup mempersiapkan syaratnya, datang ke kantor imigrasi di kotamu (tidak harus sesuai domisili KTP) , ikuti tahapannya hingga wawancara dan bayar biayanya dan tunggu informasi passport jadi. Biaya pembuatan passport murah, ada yang dibawah 200ribu ada yang 300ribu ke atas. Bedanya di jumlah halaman.
Lama pembuatan passpor ini tergolong cepat, hanya sekitar 3-4 hari. Sedang untuk e-passpor, perlu waktu 2 minggu hari kerja (tapi feelingku sih jadinya cepet juga cuma kurang tahu kenapa harus diambil 2 minggu hari kerja).

4) Pesan penginapan
Setelah tiket pesawat dan passport di tangan, selanjutnya tentukan tempat penginapan selama di tempat tujuan. Untuk waktu pembeliannya tidak harus langsung setelah mendapat tiket. Bisa disesuaikan kebutuhanmu, tapi yang jelas yang terlalu dekat dengan tanggal keberangkatan. Untuk non high season belilah sekitar 2-3 bulan sebelumnya. Kalau pas high season belilah 1 tahun sebelumnya.
Kalau aku biasanya pesen di traveloka.com untuk tempat tujuan di ASEAN, terutama Singapura. Dan Airbnb untuk tempat tujuan negara matahari terbit : Jepang, Korea.

Jika kamu mempunyai saudara atau kenalan, malah lebih bagus.. tidak perlu ribet untuk masalah penginapan ini :)

5) Pesan tiket pendukung
- Pesan tiket wahana
Hal ini aku terapkan ketika travelling ke Singapura, yang mana tempat yang dituju itu kebanyakan wahana atau perlu tiket masuk. Dan ternyata, tiket wahana tersebut bisa dibeli online, bahkan lebih murah dibanding beli di loket. Kalau tempat wisatamu, wisata alam, berarti tidak perlu beli online.

- Pesan tiket transportasi
Kalau yang ini aku terapkan untuk traveling di Jepang. Dikarenakan nanti selama di Jepang kita akan mengunjungi tiga kota : Tokyo, Kyoto, Osaka. Dan perpindahan antar kota ini tentunya perlu tiket transportasi, apakah bis atau kereta. Di Jepang sendiri, ada pass untuk transportasi. Pass ini maksudnya seperti voucher yang bisa kita pakai di transportasi yang ditentukan untuk pemakaian unlimited. Dengan Pass ini, kita tentu bisa menghemat pengeluaran di bidang transportasi. Pembelian Pass ini ada yang harus dibeli di Jepang dan ada yang bisa dibeli di Indonesia.

6) Mengurus VISA
Kalau negara tujuanmu negara ASEAN : Singapura, Malaysia, Thailand, dll, kamu tidak perlu ribet soal VISA. Indonesia ke negara ASEAN itu bebas VISA. Jepang sendiri memberlakukan Bebas Visa untuk pemegang e-passport.

Namun apabila kamu akan bepergian ke negara selain ASEAN, misal ASIA atau EROPA, kamu perlu mengurus VISA 1 bulan sebelum keberangkatan. Pengurusan VISA di Kedubes negara masing-masing di Indonesia. Dan pengurusan VISA ini nantinya dikenai biaya/charge yang berbeda-beda, tergantung negara tujuanmu. Dan apabila VISAmu ditolak, uang ini tidak akan kembali.

Sedang kalau untuk transit, kita tidak perlu mengurus VISA, selama tidak keluar dari imigrasi. Biasanya ini kalau tiket kita connecting flight. Setelah tiba, kita langsung menuju ke bagian Internasional Transfer, tidak perlu keluar ke imigrasi.

Oh ya, ketika pesawat hampir mendarat, kita akan diberikan form yang berisi tanggal liburan kita dan tempat menginap ketika di negara tersebut. Ini untuk catatan di Imigrasi. Form ini diserahkan ketika kita akan keluar dari imigrasi.


7) Cari tahu tentang pakaian, makanan, dll
Pastikan kamu tahu cuaca atau musim apa yang sedang berlangsung di tempat tujuan saat waktu liburanmu. Gak enak banget kamu bawa baju yang tipis dan ternyata di sana lagi musim dingin. Brrr.. yang ada malah gak bisa menikmati liburan. Kamu bisa pantau suhu atau temperatur yang ada dari berbagai aplikasi yang tersedia di google atau bertanya ke kenalanmu di sana.
Persiapkan juga makanan cadangan apabila kamu nantinya di sana tidak selera dengan kuliner tempat tujuan. Makanan cadangan seperti indomie, abon, snack2, dll

8) Tukarkan uang ke kurensi negara tujuan
Hal ini bisa kamu lakukan mendekati hari keberangakatan, atau juga jauh-jauh hari. Tergantung pada keinginanmu saja. Kamu bisa melakukan penukaran uang di tempat tinggalmu atau kota keberangkatan. Pastikan cari rate yang murah!
Pada beberapa negara, kita bisa mendapat kurs yang lebih murah ketika melakukan konversi/exchange mata uang di negara tempat tujuan. Tapi tentunya ada biaya tambahannya.

9) Persiapan alat pendukung
Bawa universal adapator! Tiap negara mempunyai colokan listrik yang berbeda. Daripada menghapalin dan mencari adaptor yang cocok satu-satu, beli saja yang universal adapator. Bawa pula colokan yang banyak untuk charging baterai : handphone/kamera/handycam untuk merekam perjalananmu.
Termasuk juga modem atau kartu internet selama di sana. Kamu bisa melakukan pembelian kartu internet (SIM) di tempat tujuan atau pesan mobile wifi dengan tempat pengambilan dan pengembalian di negara tujuan.
Opsi lain, kamu juga bisa bawa mobile wifi dari Indonesia yang support internet di negara tujuan. Salah satunya bisa pesan di wi2fly. Harganya bersahabat dan jangkauannya luas. Mobile wifi sangat cocok untuk traveling dalam grup yang jarang terpisah.

10) Packing!
Setelah semua barang, pakaian, alat-alat sudah siap, saatnya packing! Packing ini juga mempengaruhi kesuksesan travellingmu. Ingat, pada maskapai, ada batas maksimal berat bagasi. Pastikan bawaanmu tidak melebihi itu. Tetapi kalau kamu juga beli bagasi (tidak hanya yang kabin) bawa yang lebih banyak tidak masalah. Jika kamu tidak membeli bagasi, kamu perlu memperhitungkan berat bawaan dan volume agar tidak melebihi yang ditentukan maskapaimu. Gak lucu dong, bawanmu dibongkar di bandara karena melebihi kapasitas yang ditentukan.
Ada maskapai yang sangat strict, misal kabin berat max 7kg, bawaan kita akan ditimbang untuk dicek apa lebih 7kg atau tidak, tapi ada juga maskapai yang longgar, barang bawaan kita tidak ditimbang.

Kira-kira itu saja tips persiapan sebelum keberangkatan ke luar negeri.
Liburan ke luar negeri itu mudah kok!
Siapapun bisa melakukannya, yang penting ada niat dan kemauan :)

Share pengalamanmu di koment bawah ini ya, atau kalau ada yang mau ditanyakan, silahkan. Selama aku bisa, aku jawab kok.

Happy Holiday!
11:26 PM 6 comments

Pada pertengahan maret kemarin, aku dapat panggilan interview di Jakarta. Lokasi kantornya di daerah Jakarta Selatan. Sebagai seorang yang tinggal di Yogyakarta, kota yang kalem, damai dan nyaman, bepergian ke Jakarta seperti sebuah momok untukku. Melihat gambaran di Jakarta melalui media massa, media tv, dari pemberitaan yang aku lihat itu, kesanku tentang Jakarta : padat, macet, penuh emosi, tidak tenang (banyak yang marah2), banjir dan kotor. Untungnya bulan Januari dan Februari sudah berkunjung ke Jakarta dalam rangka dinas dan liburan, Dan ternyata, Jakarta tidak semenakutkan yang ku bayangkan.

Kalau perjalanan sebelumnya aku ada yang menemani baik dari Yogya atau pas di Jakarta, untuk yang satu ini, aku benar-benar sendiri 100%. Deg2-degan, takut atau was was sih tidak. Selama kita sesuai alur perjalanan dan berada di daerah yang ramai, Insya allah akan selamat di Jakarta. Sebagai persiapan, aku mencari informasi tentang transportasi umum di Jakarta, lokasi tempat penginap, tiket pulang-pergi Yogyakarta. Dengan bekal perjalanan tas punggung/ransel dan bawaan untuk menginap 2 malam karena tiket hari kedua habis T_T.

1) Tiket pulang pergi Jakarta - Yogyakarta
Langkah awal setelah mendapat tanggal pasti untuk waktu interview, pesan tiket Kereta Api pulang pergi. Selain kereta api, bisa juga dengan pesawat yang waktunya lebih efisien, waktu tempuh 1 jam. Kalau Kereta, waktu tempuh 8 jam. Karena tidak dikejar waktu dan sedang ingin berhemat, aku pilih menggunakan Kereta Api. Rutenya Jakarta Pasar Senen - Yogyakarta Lempuyangan
  • KA Berangkat : Bogowonto (150.000) 09:00 - 17:22
  • KA Pulang : Bengawan ( 80.000) 11:30 - 19:50
Waktu berangkat dua duanya on time, tetapi untuk waktu tiba molor sekitar 10-20 menit.

2) Memilih tempat menginap
Sebagai backpacker, pengiritan budget itu hal utama. Untuk mengirit, berarti tidak menginap di hotel, karena biaya menginap paling murah 250rb-300rb/malam. Sedang fasilitas yang kubutuhkan cuma tempat mandi dan tidur. Sebenarnya bisa juga tidak perlu booking penginapan, jika punya kenalan yang tinggal di Jakarta. Karena pertimbangan untuk bisa lebih dekat dengan interview, aku putuskan booking Hostel. Pilihanku jatuh di Pondok Heras Suite. Booking melalui traveloka, 2 malam total : 235rb-an. Cukup murah bukan? Dengan jarak ke tempat interview 1-2 km.

Pondok Heras Suite ini merupakan rumah biasa dengan pagar yang tinggi dengan alamat : 
Jalan Sungai Sambas VII No.26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Indonesia, 12130
Lokasi cukup strategis menurutku. Dekat dengan Plaza Blok M dan Blok M Square. Jalan kaki sekitar 10-15 menit. Dan di dekat Blok M Square ada halte busway dan terminal. Termasuk wilayah ramai, Melawai, dimana deretan bank-bank dan restoran berjejer. Ada minimarket 7/11 juga.

Untuk kamar dipisah lelaki dan perempuan. Ada fasilitas dapur juga. Untuk kamar mandi ada shower. Di kamar cewek, ada meja rias dan ruangan ber-AC. Sayangnya, pintu kamar mandi transparan (gak sepenuhnya sih, tapi bayang2 orang keliatan). Kalau ada tamu yang lain, risih rasanya. Di malam pertama, ada 1 tamu lain jadi berdua di kamar. Tapi pas malam kedua, sendiri. Sendirian di antara banyak kasur rasanya gimanaa gitu hahaha.

Untuk bed-nya, model spring bed. Nyaman, empuk, tetapi ketika bangun tidur, kasurnya ikut blesek jadinya badan pegel2 :(. Di bed-nya, ada colokan, selimut, bantal. Bunk bed-nya bahkan sampai 3 tingkat. Tinggii...

Waktu nginep kemarin, yang jaga mas-mas 1 orang. Saat reservasi, biasanya kalau booking di traveloka, kita tinggal menunjukkan kode booking ke pegawai hotel trus nanti mereka cek cek. Kalau di sini, mas-nya malah gak ngecek apa2, lha gimana mau ngecek, komputernya gak ada hahahaa... Jadinya serba manual, aku dimintain Kartu identitas, trus mas-nya nulis data diriku dan jumlah berapa malam menginap. Lumayan memakan waktu dan kurang efisien sih menurutku.

Saat aku masuk dan keluar, aku tidak bertemu penghuni hostel lain (selain teman 1 kamar di malam pertama). Agak parno ngebayangin kalau di situ hanya berdua dengan mas-nya. Jadinya waktu tidur sendirian, aku kunci deh kamarnya.

3) Makan
Sempat khawatir makan di Jakarta budget membengkak. Secara kota besar gitu.. beda dengan Yogya. Katanya di sana sekali makan 30rb ke atas per porsi. Kalau yang murah, makan di pinggir jalan, kadang parno, itu higienis apa nggak, gara-gara lihat berita di TV tentang 'kekreatifan' pedagang Jakarta dalam meracik makanan.

Hari pertama : setelah tiba di stasiun Pasar Senen sore hari, kemudian lanjut ketemuan dengan teman kuliah di Atrium Senen sekalian makan malam. Makan di bento-bentoan, lupa nama restorannya. Pilih menu -lupa juga namanya- yang isinya nasi, brokoli dan daging. Untuk rasa, rasanya biasa saja, kurang menggugah selera. Harga : 50rb


Hari kedua : Karena jarak hostel yang dekat dengan lokasi interview dan nanggung juga jika naik gojek (12.000) aku memutuskan jalan kaki, sekalian lihat pemandangan. Jalanan rame, tapi tidak macet karena berada di daerah komplek perumahan bukan di jalan raya utama. Pilihan sarapan jatuh pada gerobak Bubur Ayam. Harga seporsi 10ribu. Murah menurutku dan enak juga. Kemudian mampir ke 7/11 membeli Aqua botol.

Makan siang di Gandaria City Mall, karena lokasi interview dekat dengan situ, sekalian juga mau kuliner makanan, walau jelas mahalnya T_T. Pilihan jatuh di Jeans Chilli Chicken, banyak yg review resto yang direkomendasikan. Ternyata ini restoran Korea. Dan saat itu, ada pengunjung korea yang ikut makan. Lucu dengarnya pas mereka manggil pelayan "Permisyii..." :D.

Aku pilih paket makanan bento -lupa namanya- yang isinya ada nasi, kimchi, ayam saos teriyaki, salad dan snack seperti bakwan+ocha tapi bentuknya kotak. Rasanya enaakkk. Tetapi pas makan daging ayamnya agak susah karena yang ada tulangnya, mau gak mau ya dipegang deh. Alat makan yang disediakan sumpit dan sendok, dua duanya berbahan aluminium. Harga total plus pajak (harga yang tertera di booklet belum termasuk pajak) jadi sekitar 70rb. Hiikss.. mahalll, cukup sekalii saja.



Makan malam beli di dekat hostel. Sebelumnya rencana ketemuan dengan teman di Plaza Blok M, tetapi dibatalkan karena dia lembur. Karena siang budget makannya lumayan, jadilah makan malam ini milih yang hemat aja. Di daerah melawai tadi, dekat bank BNI ada gerobak penjual makanan. Sebelumnya pernah baca review, di internet bahwa ada soto yang enak banget dan murah di dekat BNI Melawai. Aku pikir "Nah, pasti ini yang dimaksud" dengan hati senang, aku datengin gerobaknya. Pas udah deket, "lho kok nasi goreng?" Jiaah,, bukan ternyata. Berhubung sudah disapa sama bapaknya "pesan apa neng?" jadilah beli nasi goreng. Harganya murahh, 10rb juga. Kalau di Yogya, yang gerobakan gini kadang lebih mahal daripada yang di warung. Kalau di Jakarta kebalikannya.

Setelah dapat nasi goreng, dibungkus dengan sterefoam, aku mampir ke 7/11 beli air minum sekalian makan di situ. 7/11 ini berseberangan dengan Bank BNI tadi. Pas lagi makan sambil lihat2 suasana jalan, di sisi lain BNI (kalau nasi goreng timur, ini Barat) ada penjual gerobak makanan. "Lhaa apa itu yang di review? Tapi sudahlah, yang penting makan kenyang".

Hari Ketiga : waktunya pulang. Jadwal kereta masih siang nanti jam 11:30. Untuk sarapan, aku beli paket di 7/11, nasi ayam+air minum, 10rb. Lumayaan. Rasa nasi ayamnya biasa, tapi lumayan mengenyangkan. Untuk bekal makanan di kereta, aku beli paket yang sama di 7/11 yang 10ribu.

Jadi total pengeluaran untuk makan selama 3 hari 2 malam : 50rb + 10rb+70rb+10rb+10rb+10rb+10rb (minum) = 170rb

4) Transportasi umum + Jalan-jalan
Walau temanya interview, mumpung di Jakarta, sekalian dong jalan-jalan. Berikut aku urutkan sesuai urutan kunjugan.
  • Atrium Pasar Senen. Mall ini untuk ukuran Jakarta kecil, lokasi dekat dengan Busway Senen Central, Pasar Senen  dan stasiun. Dari stasiun, jalan kaki sekitar 5-10 menit. Seperti Mall pada umumnya, banyak toko-toko dan restoran, Waktu itu ada pameran baju murah di hall nya. Tapi menurutku masih mahal. 
  • Berkunjung ke Event Pameran Bridestory di Sheraton Hotel. Sheraton Hotel ini satu bagian dengan Gandaria City Mall. Setelah interview, aku langsung cuss ke event ini. Penasaran kayak apa, apalagi temanya pernikahan, bikin ngileerr,. hahahaa. Naik ke lantai 3 Sheraton Hotel dengan lift, begitu lift terbuka, langsung ke area event pameran ini. Dekorasinya W.O.W, beautifull~ dan bikin mupeng. Pengunjung yang datang kebanyakan Chinese hahaha. Keliatan tampang berduit hahaha. Dan sepertinya di event ini memang target pasarnya kalangan menengah ke atas. Dan aku nyasar dengan tampilan backpacker, tas ransel + outfit interview. Daripada kelamaan dipandangi, aku lngsung cus keluar. Sempat foto-foto suasana pamerannya. 
  • Jalan2 ke Tanah Abang dengan KRL. Lokasi interviewku di Gandaria dan itu dekat dengan stasiun KRL Kebayoran. Aku penasaran mau nyobain KRLnya Jakarta dan juga Tanah Abang yang terkenal itu. Jadilah setelah interview, meluncur ke stasiun KRL dengan gojek. Jaraknya tidak jauh sebenarnya, tapi trafik dan kondisi jalannya tidak mendukung untuk jalan kaki. Biaya tiket KRLnya 2500+10rb. Penjelasan detail tentang KRL ada di bawah. Tanah abang sendiri seperti kawasan ruko/toko kecil. Dan ternyata Tanah Abang itu luas. Ketika keluar stasiun KRL Tanah Abang, ruko yang diseberang itu sudah masuk kawasan tanah Abang. Truus, nanti ada Tanah Abang Blok G, semacam bangunan bertingkat. Dan di sisi lainnya, ada Tanah Abang Blok A, ini katanya khusus menjual produk premium, alias di atas 100rb-an. Waktu itu cuma mampir ke Tanah Abang Blok G, lihat-lihat saja, aku tidak ada beli. Untuk yang buat jualan atau harga grosir itu kawasan Tanah Abang seberang stasiun KRL. Untuk rute busway tidak ada yang langsung ke Tanah Abang, harus oper dengan angkutan. Karena saat itu aku sudah kakiku sudah lelah jalan kaki, jadi pulangnya naik Gojek.
  • Blok M Square. Aku ke Blok M Square saat hari pertama (tiba) dan hari ketiga (pulang). Karena pintu masuk-keluar busway harus melewati bawah tanah blok M Square. Saat tiba, itu malam hari jam 9an, turun dari halte, ternyata masuk ke bawah tanah Blok M Square. Banyak pedagang kios yang masih buka dan banyak juga yang tutup. Sempat bingung, keluarnya ke arah mana. Yang saat pulang, itu sekitar jam 9 pagi, Blok M yang di luar masih sepi. Yang buka masih bisa diitung jari. Turun ke bawah tanahnya lagi, yang ruko-rukonya sudah mulai banyak yang buka. Kemudian naik tangga, untuk ke halte Busway. 
  • Pasar Senen. Lokasinya dekat banget dengan Stasiun, jadi aku memutuskan untuk mampir sekaligus killing time menunggu kereta. Pasar Senen terkenal dengan barang2nya yang murah, tetapi lebih terkenal lagi dengan pusatnya baju bekas. Baju bekasnya ini baju bekas import, ada juga CD (celana dalam) bekas (beneraann), tas import bekas dan banyak lagi. Baju bekas ini ada di sekitar lantai 2 dan 3. Kalau aku lihat, ini mirip awul-awul pas sekatenan Yogya. Baju bekasnya dipajang pakai gantungan, ada juga manekin separuh badan tetapi dengan penampilan yang kusut. Kalau beruntung, bisa dapat baju bekas merk ternama dengan harga 50ribuan! Selain itu juga banyak yang jualan kacamata, seragam sekolah, seragam tentara/polisi, makanan (snack2) dan buah. Karena aku tidak berniat membeli apa-apa dan gak seru juga belanja sendiri, aku cuma muter2 saja. Sayangnya, kondisi lingkungan pasarnya kumuh, kotor, lantai banyak hilang tidak bertegel. Suasana ruko didalamnya juga kurang rapi dan bersih. Tapi walau begitu, Ada eskalatornya juga di dalam. 
Transportasi umum 
Dulu, kunjungan sebelumnya, dalam rangka dinas, biaya transportasi ditanggung perusahaan, Jadi biasanya naik taksi atau grabbike. Karena sekarang backpacker, naik gojek atau grabbike, hitungannya mahal dibanding naik busway dan krl. Jadilah aku mencoba transportasi busway dan krl. Paling naik gojek untuk daerah yang tidak terjangkau busway dan KRL atau kalau butuh cepat dan tidak capek. 

- Busway
Kalau sering lihat berita di tv atau koran atau media online, pasti tahulah tentang Busway.
Busway yang aku naiki merupakan versi kedua setelah kasus busway yang terbakar itu. Menurutku lebih nyaman dan lebih bagus. Busway sebelumnya. Yang versi sebelumnya, lantainya bunyi bunyi kalau kita injak berasa rapuh hahaha.
Dan bedanya lagi, ada pemisahan kubu cewek dan cowok. Kubu cewek bagian depan dekat supir, kubu cowok bus bagian belakang. Kalau penumpang lagi rame, biasanya campur cewek cowok di bagian tengah. Kemudian ada tanda diutamakan untuk orang tua, ibu hamil dan ibu yang menggendong anak. Ada slot khusus untuk pengguna kursi roda. Kernetnya masih muda dan di tiap halte yang akan didatangi, kernetnya pasti bersuara memberitahukan.

Kalau teman-teman bingung tentang rutenya, bisa dilihat di sini :


Untuk tiket busway tidak bisa dibeli one way route. Kita harus punya kartu e-money, seperti BCA Flazz, Mandiri e-money atau Indomaret Card. Ketika mau naik busway, di haltenya, kita tap kartu tersebut. Harga busway adalah 3500 sekali tap. Jadi jauh dekat hanya 3500 selama kita tidak keluar dari halte. Murah bukan? Dan lagi, menurutku busway yang sekarang nyaman dan aman. Saat aku menaiki busway kemarin, untungnya tidak pas jam sibuk, jadi penumpangnya tidak padat dan jalanan tidak macet.

- KRL atau Monorel
Merupakan transportasi kereta dalam kota yang menghubungkan ke kota Jabodetabek. Sayang, pemandangan yang dilalui KRL kurang enak, rumah-rumah kumuh di pinggir rel, daerah yang kurang terawat, tumpukan sampah, dll. Miriis :(

Untuk tarif, sangat muraah! 5 stasiun pertama dikenakan biaya 3000, stasiun kelebihannya dikenakan biaya 500/stasiun. Dan kita bisa beli tiket one way, alias tidak perlu berlangganan kartu KRL, tetapi dikenakan biaya tambahan 10.000 untuk jaminan biaya kartu. Uang jaminan ini akan dikembalikan setelah kartu kita kembalikan. Kalau kamu punya kartu Bca Flazz, kamu bisa gunakan untuk tap tiket di KRL. Sedang untuk mandiri e-money tidak bisa.

Jadi ingat, di sepanjang jalan Jakarta yang aku lewati, sedang ada banyak pembangunan. Penggalian tanah, Tiang-tiang tinggi di jalan raya, sepertinya itu untuk monorel. Semoga pembangunan segera selesai dan berjalan dengan lancar. Stasiun monorel pun beberapa masih dalam tahap pembangunan.

Untuk stasiun KRL Tanah Abang sepertinya sudah selesai, hanya saja gerbang keluarnya kurang menarik. Dan saat keluar stasiun Tanah Abang, di pinggir trotoar, antara pejalan kaki dan jalan raya ada sekat pembatas jalan. Nah di situ ada pedagang yang duduk menawarkan jajanan. Kalau biasanya pedagang kaki lima ambil tempat di trotoar pejalan kaki, yang ini ngambil tempat di jalan raya, jadi belakangnya mobil motor yang sedang berlalu lalang. Antara gregetan, kasihan dan sedih :(

Untuk penampakan kereta KRL menurutku bagus. Bersih, nyaman, ada rute KRL, ada mbak2 operator yang mengabarkan posisi juga ada pintu otomatis.

Selanjutnya tinggal perawatan dari pihak KA dan masyarakatnya agar KRL ini bisa awet dan menjadi solusi warga Jakarta.

- Gojek atau Grabbike
Sebelumnya, aku pernah nyoba Gojek dan Grabbike saat harga promo. Saat itu promo Gojek jauh dekat 10.000 sedang Grabbike 5.000. Muraah banget! Untuk transportasi dari bandara ke kota itu terbilang murah. Tetapi saat aku backpacker kemarin ini, promo itu sudah tidak ada. Tarifnya sudah beda. Untuk gojek 12.000 dibawah 20km, lebih dari 20km ada tambahan biaya.
Grabbike kadang bisa lebih murah atau lebih mahal dari gojek. Dan saat backpacker kemarin, aku naik Gojek 2x.

- Angkutan
Di tengah maraknya transportasi online, angkutan masih jadi idola. Karena ada beberapa rute angkutan yang tidak dijangkau busway. Saat istirahat di kursi pinggir jalan Tanah Abang, banyak angkutan yang bersliweran. Dan frekuensinya sering atau bahkan selalu ada. Lewat 2-3 angkutan, berselang beberapa detik sudah muncul lagi. Tidak seperti busway yang jarang sekali hahaha..

Sayangnya, pengemudinya kurang taat aturan. Kadang mereka menurunkan penumpang di tengah jalan atau bahkan di zebra cross!! Memang sih sedang tidak ada yang menyeberang dan jalanan lagi sepi, tapi tetap saja.... Dan ternyata penumpangnya juga gitu, cegat angkutan di tengah jalan raya, di pembatas jalan. Ckckck.. Yasudahlah...

Begitulah kira-kira pengalamanku backpacker di Jakarta selama 3 hari 2 malam. Maapkan kalau penulisannya kurang rapi atau kurang enak dibaca.
Terima kasih buat teman-teman yang sudah mampir.
Semoga artikel ini berguna untuk teman-teman ^_^

Kalau ada yang mau ditanyakan atau share pengalaman, boleh di bawah ini.. Dengan senang hati akan ku balas.. ^o^
12:08 AM 6 comments


Yeey! Akhirnya one step closer to dream comes true!!

Yes, salah satu mimpi terbesarku adalah pergi ke Jepang. Terinspirasi dari komik-komik yang aku baca, dramanya, artis-artisnya dan tentu saja, alam dan teknologinya.

Dulu sempat berpikir, gak mungkin banget ke Jepang yang katanya biayanya sangat mahal belum lagi biaya pas disananya. Browsing-browsing minimal kita kudu nyiapin 10juta untuk 7-10 hari termasuk tiket pesawat.


Ntah saya kesambet apa saat itu, saya nekad beli tiket Jepang di bulan Maret 2016 untuk April 2017.
Saat itu ada promo dari AirAsia. Kami dapat harga 4.5juta PP utk tgl 4-11 April 2017, yang mana itu high season di Jepang karena waktu itu adalah tanggal terbaik untuk melihat sakura. Awalnya kami kira harga 4.5jt PP ini mahal.. karena ada yang beli 3jutaan, tapi keberangkatan akhir maret 2017. Dan ternyata akhir maret itu sakura belum mekar sempurna, masih kuncup. Sedang saat keberangkatan kami, sakura mekar dengan indahnya. Selain itu, di maskapai lain, utk tanggal yang sama dengan kami, harga PP bisa 6jutaan lebih. Jadi, PP 4.5juta di bulan April high season ini artinya murah ^^

Berikut beberapa tips dan rangkuman pengalaman kami tentang maskapai :
Penentuan lama hari di Jepang, aku rasa tergantung ittinerary-mu.
Sebenarnya bisa dapat yang lebih murah tetapi waktunya kurang efektif. Total mulai travellingnya hanya 5 ½ hari kalau pakai yang promo. Jadinya milih yang agak mahalan dikit banyak biar lebih lama 1 hari. Itupun tanpa bagasi dan makan.  Karena kami ke tiga kota dan salah satunya jaraknya jauh, makanya kami mengambil waktu yang agak panjang, yaitu seminggu. Kamu bisa ambil waktu perjalanan yang singkat misal 4-5 hari, dengan catatan waktu yang kamu kunjungi harus dekat2. Seperti Osaka, Kyoto, Nara dan sekitarnya.

Banyak promo-promo tiket pesawat bermunculan
Setelah kami beli tiket, dalam range 1 tahun menuju keberangkatan, banyak promo-promo tiket pesawat bermunculan, seperti event GATF (Garuda Travel Fair), JNTO Travel Fair, Kartu Kredit BCA travel Fair., yang menawarkan promo maskapai bintang 5. Mungkin bisa jadi alternatif tiket PP untuk teman-teman yang ingin kenyamanan lebih. Kelebihan dengan maskapai bintang 5 ini: harga promo tsb sudah include bagasi dan penerbangan langsung tanpa transit (kalau Air Asia ada transit di KL dan harga belum termasuk bagasi). Untuk bagasi aku rasa kalian perlu beli pas pulang, karena godaan belanja di Jepang itu lumayan :D

Jadwal AirAsia sering berubah-ubah,
Dalam setahun menuju keberangkatan ke Jepang ini, jadwal AirAsia sering berubah-ubah, yang mana akhirnya kami memutuskan maju satu hari dari tanggal pulang sebelumnya. Waktu pembelian, jadwal pulang kami pilih sore hari. tapi karena ada perubahan jadilah kami pulang jam 11 pagi, Ini lumayan memangkas ittinerary banget :( . Jadi mikir-mikir lagi untuk naik AirAsia .

Rute baru 2017 Bali langsung Tokyo
Kabar gembira! Tahun 2017, AirAsia membuka rute penerbangan dari Indonesia ke Tokyo tanpa transit! Taaapiiii... hanya untuk penerbangan dari Bali ke Tokyo. Jadi sebenarnya masih ada transit kalau kota keberangkatan/kepulangan kalian bukan Bali, tapi setidaknya itu masih di Indonesia. Gak perlu tukar duit ke Ringgit :D

Sebelum hunting tiket, cari tahu waktu-waktu terbaik berkunjung ke sana untuk musim yang diinginkan :


Apabila ingin berkunjung di musim semi melihat Sakura, sebaiknya teman-teman tahu waktu kapan Sakura mekar. Sehingga pas sampai di sana gak kecewa karena Sakuranya sudah berguguran duluan. Saya mengambil referensi waktu Sakura mekar di web official jepang (https://www.jnto.go.jp/sakura/eng/index.php). Tiap daerah punya waktu mekar Sakura sendiri-sendiri. Dari situ teman-teman bisa mengira2 rentang waktu travel yang diinginkan. Saat kami travelling awal April kemarin, kami beruntung dapat sakuranya Full Bloom di semua kota yang kami kunjungi. Padahal kalau menurut ramalan, harusnya tanggal itu mulai agak rontok, tapi ternyata ramalannya meleset alias sakuranya bergeser. Syukurlah timingnya pas. 
Jika teman-teman tidak membatasi hanya ingin melihat Sakura, misal ingin melihat event-eventnya , informasi mengenai event yang berlangsung di jepang tiap bulannya bisa dilihat di : http://www.jnto.or.id/event.html. Contoh Bulan Mei sudah tidak ada sakura, teman-teman bisa fokuskan untuk mengunjungi festival bunga Shibazakura Gunung Fuji dan ke Alpie Route,
Jika teman-teman berminat melihat "daun merah" momiji, teman-teman bisa lihat di situs ini untuk waktu warna daun berubah warna. Waktunya berbeda-beda tiap daerahnya. Bisa dicek di situs ini untuk melihat waktu momiji muncul.
Atau juga bisa dengan bertanya atau baca-baca pengalaman orang ke Jepang. 
Selain musim semi, ada banyak musim di Jepang yaitu Musim Panas, Musim Gugur dan Musim Dingin. Tiap musim mempunyai keunikannya sendiri. Untuk postingan saya kali ini, saya membahas mengenai musim semi saja. (Doakan ada kesempatan mengunjungi musim lainnya di Jepang :D )

Penerbangan tiket saya : Jakarta – Osaka – Jakarta. Rutenya kurang enak sih, yang baik rutenya : Jakarta – Tokyo, Osaka – Jakarta atau sebaliknya, agar lebih menghemat transport di Jepang. Tetapi untuk membeli tiket Osaka – Jakarta di Air Asia harus dengan kartu kredit karena dibayarnya dengan USD/$, sedang kita gak punya L

Setelah tiket clear, selanjutnya mulai menyusun ittinerary. Ittinerary yang kami susah tidak begitu detail awalnya, cukup kotanya : Osaka seharian -> Tokyo 3 hari -> kyoto 2 hari -> osaka untuk cus ke bandara


Berikut persiapan peralatan atau informasi buat catatanku untuk tahun April 2017 sekaligus referensi teman-teman :

Brace Yourself! Jepang itu mahal ^^;

Penginapan. Lihat Catatan I di bawah.

VISA. Bisa didapatkan dengan gratis menggunakan E-Passport. Bagi yang tidak mempunyai E-Passport bisa mengurus VISA Single Entry/Mutiple Entry. Step pengurusan VISA Single Entry/Multiple Entries dan biayanya, klik : http://www.jnto.or.id/visa.html.  Tentang kenapa saya memilih mengurus e-paspor, lihat Catatan II di bagian bawah. Untuk step pembuatan e-paspor, artikel menyusul :D

WIFI. Koneksi internet is a must! Buat komunikasi dengan yang di Indonesia juga buat update status. Hahaha. Enaknya pake WIFI Router kalau rame2, jadi harga sewanya bisa patungan. Kami akhirnya pesen pocket wifi di Blankwifi karena pengambilan bisa di Jepang. Tapi gak lama setelah kami book wifi itu, dapat info ada yang lebih murah yaitu wi2fly dan promo dari agen tur ketika travel fair. Tapi kami rasa kami lebih cocok yang blankwifi, biar lebih ringkes pengembaliannya. Atau kalau kalian pengen yang koneksi privat, biar kalau terpisah masih bisa terhubung, bisa beli prepaid SIM di bandara. Harganya sekitar 4000 yen untuk 7 hari.

Transportasi. Cari tahu info tentang Pass yang sesuai dengan ittinerary kamu dan jika bisa beli di Indonesia, beli langsung. Yang paling sering direkomendasikan adalah JR Pass. Tapi kalau menurut aku, JR Pass kemahalan untuk ittinerary ku dan aku rasa aku tidak begitu perlu JR Pass karena kota yang aku kunjungi hanya 3, sedang JR Pass untuk mengcover ke seluruh Jepang.  Pas lagi browsing-browsing, ada blog yang nyaranin untuk tidak terburu-buru beli JR Pass karena ternyata ada opsi lain biar lebih murah (Alamat websitenya bisa lihat di referensi di bawah). Jadinya, kami kombinasi transportasinya : kereta, bis dan pesawat yang kalau ditotal hampir sama dengan JR Pass (kalau kota keberangkatan kami tokyo dan pulangnya di Osaka, totalnya bisa lebih rendah lagi). Pameran JNTO Maret 2017 lalu cukup memberi 'pencerahan' tentang pass yang aku butuhkan :D

Pakaian. Perhatikan suhu/temperatur jepang sesuai musim yang anda kunjungi. Jangan sampai salah kostum! Menjelang keberangkatan, saya sering pantau cuaca dan suhu di Jepang. Ini untuk persiapan pakaian yang akan saya pakai di sana. Dari pantauan ramalan cuaca, suhu di Osaka akan berkisar pada 16-19 C saat siang hari. Itu berarti diinngiiiiin bagi ukuran Indonesia yang tropis!!  
Jadi saya membawa sweater, jaket parka (ini masih kurang hangat, harusnya yg bahan parasut di luar, wol di dalam) dan manset (dalaman muslimah kalau misal pake baju selengan itu). Untuk pakaian-pakaian ini bisa kamu beli di Jepang (tentu dr Indonesia setidaknya bawa 1 set) dengan harga yang lebih murah, seperti di uniqlo dan yodoyabashi. Contoh : Manset hightech uniqlo kalau di Indonesia harganya 199.000 untuk atasan aja. Kalau beli di Jepang 990 yen+pajak (sekitar 120rb), lebih murah kan :D. Siapkan juga sepatu yang nyaman untuk jalan kaki karena sebagian besar kamu akan berjalan kaki juga anti air, karena musim hujan masih sering hujan.

Referensi tempat wisata. Aku rasa informasi ini bisa kalian dapatkan dari google. Atau yang lebih informatif, bisa datang ke travel fair jepang. Kebetulan banget Maret, sebulan sebelum keberangkatan, di Jakarta diselenggarakan JNTO Travel Fair, dimana di situ ada booth kota dan informasi pass transportasi, jadi pas banget. Misal kita tanya tentang kota ini, trus dikasih informasi transportnya pake ini. Kota yang ditampilkan di JNTO kemarin adalah kota-kota yang masih asing di kita seperti Nagano, Nara, mungkin untuk menarik wisatawan agar tidak ke Osaka Kyoto Tokyo aja :D 

Makanan. Aku rasa untuk sekali makan, kalian bisa siapkan budget 500Yen. Jadi tinggal di kali aja berapa kali makan dan berapa hari. Restoran yang menawarkan harga 500 Yen ini tidak banyak, jadi harus pintar-pintar nyari. Kalau dari pengalaman kemarin, restoran 500Yen biasanya ada di daerah pertokoan yang ramai. Dan bahkan di bandara pun juga ada. Untuk makanan jepang yang halal, bisa pilih onigiri isi non-babi di family mart (seperti Indomaret), gyudon (nasi + daging sapi), ramen topping seafood (walau kuahnya masih meragukan, tp menurut teman yg tinggal di sana itu gak papa). Yoshinoya juga katanya halal, selama menu gyudon (daging sapi).
Alat-alat pendukung. Barang wajib bagi para traveler : power bank, universal adaptor, colokan yang banyak, kamera (jika ingin meng-capture foto yang lebih baik), raincoat (musim semi terkadang masih sering hujan, payung (bisa juga beli di sana tapi siapkan budget yang lebih) dan perlengkapan pribadi lainnya.


[CATATAN I]

Bulan Mei 2016
Kami mulai hunting penginapan di Jepang. Tapi sebelum cari penginapan, kami membuat Ittinerary terlebih dahulu. Tentu dong, penginapan yang menyesuaikan ittinerary. Penyusunan itin diutamakan tentang berapa hari di kota-kotanya. Tidak perlu detail-detail ke tempat apa dan apa. Karena nanti bakal kelamaan sedang kita harus segera booking penginapan.
Sebenarnya penyusunan itin di bulan Mei agak terlambat sih. Kami beli tiketnya bulan Februari, seharusnya Maret itin sudah jadi dan April mulai hunting penginapan. Yasudahlah.. kita juga sibuk kemarin-kemarin #alibi hahaha...

Jadi, itin kami adalah :
Osaka (tiba di bandara) - langsung keliling Osaka seharian - Tokyo 3 hari - Kyoto 2 hari -  ke Bandara untuk pulang

Ternyata booking penginapan di bulan Mei untuk April ini udah lumayan terlambat gaes!
Penginapan yang most recommended untuk backpacker (lokasi strategis dan harga murah) udah full booked pada tanggal liburan kami. Hikss.. syedih.. Tapi setidaknya ini masih belum terlalu terlambat.

Jadilah kami pesen apartemen untuk 3 orang di airbnb.com, Kelebihan apartemen : ada dapur/alat memasak, mesin cuci, bisa kumpul segrup, kamar mandi lebih privat (kalau hostel rame2 dengan grup lain).

Dan penginapan yang kami pesan adalah
Tokyo 
Jenis : Sewa Apartemen/Mini House
Nama : Tokyo netroom201
Harga total per orang : 470.000 untuk 3 malam
Book di : airbnb
Kalau dari peta ini keliatannya dekat, tapi buat orang Indonesia yang jarang jalan kaki, ini lumayan agak jauh. Jadi brace your foot! :D But overall, we had a great stay in here!

Kyoto -Osaka

Jenis : Sewa Apartemen/Mini House
Nama : Rumah Tuan Yuu
Harga total per orang : 710.000an untuk 3 malam
Book di : airbnb
Apato ini sesuai yang dideskripsikan dan nyamaan. Kita betah nginep di sini. Lokasi apato ini ada di kota Osaka. Osaka ke kyoto ternyata dekat, kotanya sebelahan dan gak terlalu besar. Bisa dibilang seperti solo dan yogya. Kalau menurut aku, lebih baik kalian cari penginapan di kyoto, karena tempat yang bisa dikunjungi lebih banyak di kyoto. Ke osakanya kalau sudah mau naik pesawat aja, karena osaka dekat dengan bandara Kansai. 

[Catatan II]
Bulan desember 2016 mulai cari info lagi kira-kira persiapan apa yang perlu segera diurus, dan saya pilih persiapan visa. Setelah melihat detail cara pengurusan VISA biasa di web embassy jepang, betapa sedih hati saya..
Ternyata VISA Jepang yang biasa kemungkinan tidak bisa saya urus dikarenakan :
KTP saya Jawa Timur, sekarang saya domisili di Jakarta, dan untuk membuat VISA dengan KTP Jawa Timur harus di Kedubes Surabaya dan tidak bisa diwakilkan. Pengurusan VISA Kedubes Jepang di Jakarta untuk KTP Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat dan Jakarta.
Secara biaya jelas bakal membengkak.. Bakal perlu budget pp transport sby-jkt, penginapan & transport selama di surabaya dan biaya VISA itu sendiri. Dan ini dikali 2 karena bakal balik lagi untuk pengambilan VISA. Jadilah saya batal mengurus VISA biasa dan memilih mengurus e-paspor di Jakarta. Biaya pembuatan e-paspor sebesar 655.000.
Saya mengurus e-passport sekitar februari 2017, dikarenakan januari ada pengeluaran mendadak yang over budget, jadi nunggu gajian februari. Dan kata teman, lama pembuatan e-paspor sekitar 2 minggu, sedang maret e-passpor sudah harus di tangan. Alhamudillah masih kekejar. Epaspor sudah di tangan tanggal 16 Maret 2017. Esoknya langsung melucur ke Kedubes Jepang. VISA Waiver sudah di tangan tanggal 20 Maret 2017 (pengurusan 1 hari kerja).
Keuntungan dengan VISA Waiver ini selain biaya pengurusan gratis, VISA Waiver ini berlaku selama 3 tahun dengan masa tinggal per visit 15 hari. Artinya, jika suatu saat dalam jangka 3 tahun ini saya ingin ke Jepang lagi, saya tidak perlu mengurus VISA Waiver lagi. Hemat biaya, hemat tenanga dan hemat waktu.

Demikian tips persiapan travelling ke Jepang dari saya. Kalau ada pertanyaan, komen aja di bawah. Akan aku jawab sebisanya ^^

Happy Travelling~
Thank you~


Referensi :
Blog Lisamerinda
Blog Serianijessica.
AirBnb
AirAsia
JNTO

10:53 PM 9 comments
Older Posts

About me

About Me


Aenean sollicitudin, lorem quis bibendum auctor, nisi elit consequat ipsum, nec sagittis sem nibh id elit. Duis sed odio sit amet nibh vulputate.

Follow Us

Recommended Post

Tips Persiapan Backpacker Travelling ke Luar Negeri

Hari gini, travelling ke luar negeri sudah sangat mudah! Dengan dukungan internet dan kecepatan penyampaian informasi, siapa pun b...

Labels

finance jepang review story tips traveling

Blog Archive

  • ▼  2017 (1)
    • ▼  January (1)
      • Perpanjangan SIM Beda Domisili
  • ►  2016 (7)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
  • ►  2013 (1)
    • ►  May (1)

Recent Comments

Ad Banner
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates