Wednesday, January 25, 2017

Prosedur Perpanjangan SIM Online

1:17 AM 0


Akhir Desember 2016, ada berita yang diumumkan dari pemerintah bahwa pengurusan SIM buat baru atau perpanjangan bisa dilakukan di kota perantauan, atau kota yang berbeda dengan kota yang tertera di eKTP atau SIM lama. Dengan catatan, KTP yang bersangkutan sudah eKTP.

Ini merupakan kabar yang menggembirakan buat saya, karena saya adalah seorang perantau dengan eKTP Madiun, Jawa Timur dan saat ini sedang merantau di Jakarta. Dan kalau pengurusan perpanjangan SIM harus di kota asal, wah, lumayan juga nanti pengeluaran transportasinya. Jadi, saya sangat tertolong dengan layanan ini.

Untuk proses perpanjangan ini saya ajukan satu bulan sebelum masa berlaku berakhir. Ada yang bilang 2 bulan sebelumnya bisa, ada juga artikel yang menulis 14 hari sebelum, jadi saya ambil tengah-tengahnya saja..

Saya melakukan perpanjangan SIM Online di gerai SIM di Gandaria City Mall. Untuk lokasi Gerai SIM ini bisa ditanyakan ke Satpam Gandaria untuk nantinya diarahkan. Gerai SIM ini buka jam 9 pagi hingga tengah hari. Saat awal buka, biasanya sudah banyak orang yang menunggu, dan ketika jam 10an kondisi mulai lengang.

Syarat yang perlu anda siapkan sebelum memulai mengurus perpanjangan SIM Online ini, yaitu :
1) SIM dan eKTP asli
2) Fotokopi SIM dan eKTP masing-masing 2 lembar (fotokopi di Gerai SIM bisa, nanti membayar 3000)
3) Uang tunai sebesar Rp 130.000

Tambahan yang perlu anda siapkan :
- Pulpen untuk menulis karena di sana tidak disediakan
- Bagi wanita, berdandan (make up) untuk hasil foto yang baik
Oh ya, pengurusan perpanjangan SIM ini tidak bisa diwakilkan! Karena nanti ada sesi foto langsung dan scan sidik jari.

Setelah semua persyaratan siap, langsung mulai untuk mengajukan perpanjangan SIM :
  1. Masuk ke kantor Gerai SIM ke meja sebelah kanan untuk mengambil formulir perpanjangan SIM dengan menunjukkan eKTP dan SIM asli
  2. Isi formulir tersebut. Cukup formulir yang berwarna biru. Lingkari pilihan anda. Isi data diri sesuai di KTP
  3. Siapkan formulir yang sudah diisi, fotokopi KTP dan SIM, serta KTP dan SIM asli dan mengantri ke meja asuransi. Kalau di Gerai SIM Gandaria, posisi mejanya yang sebelah sini.
  4. Setelah sampai pada giliran anda, tunggu petugas mengisi kuitansi asuransi. Kemudian tanda tangani kuitansi tersebut dan membayar uang premi sebesar 30.000 yang berlaku selama 5 tahun. Anda akan mendapatkan kuitansi pembayaran asuransi dan kartu asuransi seperti ini.
  5. Lanjut ke meja sebelahnya, yaitu meja Tes Kesehatan. Taruh formulir anda dan tunggu panggilan. Nantinya petugas akan mengecek tensi anda dan mengetes apakah anda buta warna atau tidak
  6. Setelah selesai, petugas akan menyerahkan formulir anda ke meja sebelah dan di situ anda membayar sebesar 25.000 untuk biaya tes kesehatan tadi.
  7. Bawa formulir ke tempat pengambilan formulir pertama tadi, sekaligus dengan membayar 75.000 untuk biaya perpanjangan SIM. Kemudian petugas akan memberikan nomor urut pengambilan dari sobekan formulir.
  8. Tunggu panggilan di luar. Petugas akan memanggil melalui mikrofon. Ada 2 pemanggilan, yaitu untuk STNK dan untuk SIM. Untuk SIM, panggilannya seperti ini "Bapak xxx, nomor urut xxx".
  9. Setelah dipanggil, datangi meja petugas bagian belakang dari tempat penyerahan formulir. Petugas akan mengarahkan anda untuk scan sidik jari lalu foto. Dan setelah itu, kartu SIM baru anda akan tercetak langsung dalam satu menit.
Selamat! SIM anda sudah sukses diperpanjang! 

Menurut saya, waktu pemrosesannya ini cepat. Saya datang sekitar jam 9, tidak tepat sih, dan menyerahkan formulir setelah tes kesehatan itu jam setengah 10, dan sekitar 15 menit kemudian, dipanggil untuk sidik jari. Saat itu saya mendapat antrian ke-15 dan jam setengah 10 itu baru panggilan pertama scan sidik jari. Sangat puas dengan fasilitas/layanan dari Pemerintah ini! ^^

Demikian prosedur perpanjangan SIM Online. Mudah bukan?

Selamat mengurus perpanjangan SIM ^^






Wednesday, November 16, 2016

Tips Persiapan Backpacker Travelling ke Luar Negeri

11:26 PM 4

Hari gini, travelling ke luar negeri sudah sangat mudah! Dengan dukungan internet dan kecepatan penyampaian informasi, siapa pun bisa mengadakan perjalanan ke luar negeri tanpa tur atau istilah lainnya backpacker. Dari tiket pesawat, hingga akomodasi di sana kita sendiri yang handle semuanya.
Di sini aku akan berbagi pengalaman dan kumpulan dari rangkuman tips-tips apa yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan travelling ke luar negeri!

1) Tabungan
Poin penting ini! Jangan melakukan travelling/liburan ke luar negeri dengan dana utama untuk kebutuhan hidup. Gunakan dana travelling dari dana sisa setelah dikurangi kebutuhan hidup atau dana tabungan. Jangan berutang melebihi kemampuanmu hanya untuk mewujudkan keinginan untuk travelling/liburan ke luar negeri!
Tabungan atau dana sisa juga tetap diperlukan ketika kita sedang berlibur di luar negeri. Kadang pasti kita kalap belanja atau ada pengeluaran yang tidak direncakan, dan uang saku tidak cukup, nah, kamu bisa tarik uang tabunganmu di ATM negara itu yang langsung terkonversi dengan kurensi tersebut. Tapi tentunya akan ada tambahan biaya dan perbedaan rate.

2) Beli tiket promo
Hal yang paling sering ditanyakan atau ditakuti oleh orang yang belum pernah keluarga negeri adalah harga tiket pesawat. Ada trik untuk mendapatkan harga murah tiket pesawat :
- Rajin pantau maskapai favoritmu untuk mengetahui promo yang berlangsung.
- Beli jauh-jauh hari. Biasanya untuk mendapat harga murah tiket pesawat dibeli jauh-jauh hari saat promo tersebut berlangsung, misal beli februari 2016, kamu berangkatnya sekitar tahun 2017. Tapi ada juga promo yang dekat tanggal keberangkatan untuk memenuhi kursi kosong.
- Pilih tanggal liburan/travelling pada tanggal yang tidak high season, baik dari sini (Indonesia) atau di sana (tempat tujuan). Kecuali kamu memang menargetkan ingin liburan pada high season, pastikan sesuai budgetmu.

3) Buat passport
Buat passport mudah saja kok. Kamu cukup mempersiapkan syaratnya, datang ke kantor imigrasi di kotamu (tidak harus sesuai domisili KTP) , ikuti tahapannya hingga wawancara dan bayar biayanya dan tunggu informasi passport jadi. Biaya pembuatan passport murah, ada yang dibawah 200ribu ada yang 300ribu ke atas. Bedanya di jumlah halaman.
Lama pembuatan passpor ini tergolong cepat, hanya sekitar 3-4 hari. Sedang untuk e-passpor, perlu waktu 2 minggu hari kerja (tapi feelingku sih jadinya cepet juga cuma kurang tahu kenapa harus diambil 2 minggu hari kerja).

4) Pesan penginapan
Setelah tiket pesawat dan passport di tangan, selanjutnya tentukan tempat penginapan selama di tempat tujuan. Untuk waktu pembeliannya tidak harus langsung setelah mendapat tiket. Bisa disesuaikan kebutuhanmu, tapi yang jelas yang terlalu dekat dengan tanggal keberangkatan. Untuk non high season belilah sekitar 2-3 bulan sebelumnya. Kalau pas high season belilah 1 tahun sebelumnya.
Kalau aku biasanya pesen di traveloka.com untuk tempat tujuan di ASEAN, terutama Singapura. Dan Airbnb untuk tempat tujuan negara matahari terbit : Jepang, Korea.

Jika kamu mempunyai saudara atau kenalan, malah lebih bagus.. tidak perlu ribet untuk masalah penginapan ini :)

5) Pesan tiket pendukung
- Pesan tiket wahana
Hal ini aku terapkan ketika travelling ke Singapura, yang mana tempat yang dituju itu kebanyakan wahana atau perlu tiket masuk. Dan ternyata, tiket wahana tersebut bisa dibeli online, bahkan lebih murah dibanding beli di loket. Kalau tempat wisatamu, wisata alam, berarti tidak perlu beli online.

- Pesan tiket transportasi
Kalau yang ini aku terapkan untuk traveling di Jepang. Dikarenakan nanti selama di Jepang kita akan mengunjungi tiga kota : Tokyo, Kyoto, Osaka. Dan perpindahan antar kota ini tentunya perlu tiket transportasi, apakah bis atau kereta. Di Jepang sendiri, ada pass untuk transportasi. Pass ini maksudnya seperti voucher yang bisa kita pakai di transportasi yang ditentukan untuk pemakaian unlimited. Dengan Pass ini, kita tentu bisa menghemat pengeluaran di bidang transportasi. Pembelian Pass ini ada yang harus dibeli di Jepang dan ada yang bisa dibeli di Indonesia.

6) Mengurus VISA
Kalau negara tujuanmu negara ASEAN : Singapura, Malaysia, Thailand, dll, kamu tidak perlu ribet soal VISA. Indonesia ke negara ASEAN itu bebas VISA. Jepang sendiri memberlakukan Bebas Visa untuk pemegang e-passport.

Namun apabila kamu akan bepergian ke negara selain ASEAN, misal ASIA atau EROPA, kamu perlu mengurus VISA 1 bulan sebelum keberangkatan. Pengurusan VISA di Kedubes negara masing-masing di Indonesia. Dan pengurusan VISA ini nantinya dikenai biaya/charge yang berbeda-beda, tergantung negara tujuanmu. Dan apabila VISAmu ditolak, uang ini tidak akan kembali.

Sedang kalau untuk transit, kita tidak perlu mengurus VISA, selama tidak keluar dari imigrasi. Biasanya ini kalau tiket kita connecting flight. Setelah tiba, kita langsung menuju ke bagian Internasional Transfer, tidak perlu keluar ke imigrasi.

Oh ya, ketika pesawat hampir mendarat, kita akan diberikan form yang berisi tanggal liburan kita dan tempat menginap ketika di negara tersebut. Ini untuk catatan di Imigrasi. Form ini diserahkan ketika kita akan keluar dari imigrasi.


7) Cari tahu tentang pakaian, makanan, dll
Pastikan kamu tahu cuaca atau musim apa yang sedang berlangsung di tempat tujuan saat waktu liburanmu. Gak enak banget kamu bawa baju yang tipis dan ternyata di sana lagi musim dingin. Brrr.. yang ada malah gak bisa menikmati liburan. Kamu bisa pantau suhu atau temperatur yang ada dari berbagai aplikasi yang tersedia di google atau bertanya ke kenalanmu di sana.
Persiapkan juga makanan cadangan apabila kamu nantinya di sana tidak selera dengan kuliner tempat tujuan. Makanan cadangan seperti indomie, abon, snack2, dll

8) Tukarkan uang ke kurensi negara tujuan
Hal ini bisa kamu lakukan mendekati hari keberangakatan, atau juga jauh-jauh hari. Tergantung pada keinginanmu saja. Kamu bisa melakukan penukaran uang di tempat tinggalmu atau kota keberangkatan. Pastikan cari rate yang murah!
Pada beberapa negara, kita bisa mendapat kurs yang lebih murah ketika melakukan konversi/exchange mata uang di negara tempat tujuan. Tapi tentunya ada biaya tambahannya.

9) Persiapan alat pendukung
Bawa universal adapator! Tiap negara mempunyai colokan listrik yang berbeda. Daripada menghapalin dan mencari adaptor yang cocok satu-satu, beli saja yang universal adapator. Bawa pula colokan yang banyak untuk charging baterai : handphone/kamera/handycam untuk merekam perjalananmu.
Termasuk juga modem atau kartu internet selama di sana. Kamu bisa melakukan pembelian kartu internet (SIM) di tempat tujuan atau pesan mobile wifi dengan tempat pengambilan dan pengembalian di negara tujuan.
Opsi lain, kamu juga bisa bawa mobile wifi dari Indonesia yang support internet di negara tujuan. Salah satunya bisa pesan di wi2fly. Harganya bersahabat dan jangkauannya luas. Mobile wifi sangat cocok untuk traveling dalam grup yang jarang terpisah.

10) Packing!
Setelah semua barang, pakaian, alat-alat sudah siap, saatnya packing! Packing ini juga mempengaruhi kesuksesan travellingmu. Ingat, pada maskapai, ada batas maksimal berat bagasi. Pastikan bawaanmu tidak melebihi itu. Tetapi kalau kamu juga beli bagasi (tidak hanya yang kabin) bawa yang lebih banyak tidak masalah. Jika kamu tidak membeli bagasi, kamu perlu memperhitungkan berat bawaan dan volume agar tidak melebihi yang ditentukan maskapaimu. Gak lucu dong, bawanmu dibongkar di bandara karena melebihi kapasitas yang ditentukan.
Ada maskapai yang sangat strict, misal kabin berat max 7kg, bawaan kita akan ditimbang untuk dicek apa lebih 7kg atau tidak, tapi ada juga maskapai yang longgar, barang bawaan kita tidak ditimbang.

Kira-kira itu saja tips persiapan sebelum keberangkatan ke luar negeri.
Liburan ke luar negeri itu mudah kok!
Siapapun bisa melakukannya, yang penting ada niat dan kemauan :)

Share pengalamanmu di koment bawah ini ya, atau kalau ada yang mau ditanyakan, silahkan. Selama aku bisa, aku jawab kok.

Happy Holiday!

Sunday, October 30, 2016

Pengen dapat duit setelah belanja? Coba daftar di Shopback!

8:47 AM 0


Teman-teman sering belanja online? Seperti di Lazada, Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Matahari Mall, Zalora, Berrybenka dan lain sebagainya? Atau sering bepergian dan booking tiket di Tiket.com, PegiPegi atau Traveloka? Artikel ini pas banget buat teman-teman.

Dan buat yang jarang belanja online, info ini juga bisa berguna buat kamu.

Ketika belanja online, baik karena butuh dengan produknya atau karena lagi ada promo, transaksi kita akan tercatat di daftar history belanja tiap akun. Pas lagi promo, kita untung, hemat beberapa persen. Tapi pas lagi gak ada promo, kita membayar sesuai harga asli.

Mau gak kalau misalnya kamu belanja saat harga normal dan dapat cashback? Mau banget lah ya~ Lumayan kan kalau cashbacknya itu dikumpulin, apalagi kalau kamu orangnya sering belanja. Nah, ternyata ada sebuah website atau startup yang memberikan layanan cashback ketika kamu belanja online di merchant ternama.

Yup, namanya adalah ShopBack!

Nominal cashback setiap belanja di merchant-merchant yang ada itu berbeda-beda. Tergantung promo yang ada. Bahkan selain dapat cashback, ada juga promo diskon. Wiih.. ngiler gak sih..

Dan merchant shopback ini kebanyakan adalah merchant ternama! Selain yang aku sebutkan di awal,
ada juga Elevania, BookMyShow, Alfacart, MAP Email dan masih banyak lagi. Daftar lengkap merchantnya bisa kamu lihat di websitenya Shopback langsung.


Aku tertarik nih mau daftar, tapi setelah daftar caranya gimana ya?

Nah, itu yang akan aku jelaskan di artikel ini.

1) Buat akun di ShopBack melalui link berikut biar kamu dapat bonus langsung 25.000! Cuma dari link itu saja lho bonus 25000nya. Jadi, pastikan kamu klik link tersebut dan isi email dan password kamu di popup yang muncul. Kamu akan dapat notifikasi di email kalau pendaftaran sukses!

2) Browsing merchant shopback untuk mencari promo atau mencari merchant yang sudah kamu tentukan. Baca syarat dan ketentuan promonya dan pahami. Atau kalau kamu cuma lagi pengen belanja, dan si merchant lagi gak ada promo, tetep klik logo merchantnya ya.

3) Di bawah penjelasan syarat dan ketentuan atau berapa potensi cashback yang bisa didapat, akan ada tombol "Belanja sekarang". Nah, klik tombol merah itu! Nantinya kamu akan diarahkan ke website merchant, tetapi akan ada kode-kode tambahan di link website. Nah, kode-kode tambahan ini untuk ditangkap oleh Shopback, masuk ke histori Shopback kamu. Kamu harus belanja dari link shopback ini. Jangan sampai keclose hingga transaksi selesai! Kalau mau browsing produk  si merchant, lakukan di halaman itu, jangan di-tab. Karena transaksi yang tercatat hanya ada di tab browser dari link cashback itu!

4) Lakukan transaksi di merchant seperti biasanya. Pastikan kamu menyelesaikan transaksi hingga tahap pembayaran sukses. Nah, setelah itu baru kamu cek akun shopbackmu. Proses cashback ini ada yang otomatis ada yang butuh waktu.

Misalnya ternyata cashback gak masuk-masuk dan kamu yakin kamu belanja di linknya shopback, komplain aja ke csnya dengan mengirimkan bukti transaksimu di merchant tersebut.

Nah, ada lagi nih cara simpel untuk dapatin cashbacknya shopback!

Yaitu dengan menginstal extension chrome Shopback!

1) Buka browser chrome kamu dan klik url ini : https://chrome.google.com/webstore/search/shopback?hl=en-US
2) Akan ada list extension chrome dengan keyword Shopback. Install extension Shopback yang berlogo merah dengan mengklik tombol "Add to Chrome".
3) Akan ada popup konfirmasi, klik "Add extension". Tunggu proses downloadnya. Setelah download sukses, otomatis akan terinstall.
4) Jika sukses terinstal, akan ada logo shopback di pojok kanan atas (bawah tombol minimize, close) browser chrome kamu. Dan otomatis, akan ada tab tambahan baru muncul yang mana pemberitahuan kalau extension sukses terinstal. *Untuk browser lainnya, aku belum pernah coba. Mungkin kalian bisa coba sendiri*
5) Login akunmu di halaman tersebut. Setelah itu akan muncul tampilan seperti ini. Klik yang diarahkan tanda panah

Akan menjadi seperti ini


Setiap kamu berkunjung ke toko online yang merupakan merchant Shopback, icon S di pojok kanan atas browser tadi akan berkelap-kelip garis hijau. Untuk mulai mendapatkan shopback, klik icon yang kelap kelip itu lalu pilih tombol "Aktifkan cashback". Taraa~ Selesai deh! Jadi, kamu gak perlu hapalin apa saja merchant Shopback dan mengunjungi website shopback untuk membuka link Shopbacknya. Lebih simpel kan?


Langsung cuss buat akunnya! Sekalipun belum ada rencana sekarang, tapi lebih baik disiapin dulu aja. Daripada nanti-nanti trus lupa, gak dapat cashback deh :(  Dan ingat, daftarnya dari link ini ya, biar dapat 25.000!

Kalau ada pertanyaan, isi aja komentar di bawah ini.

Selamat berbelanja hemat dengan shopback! ^^



Thursday, August 25, 2016

[Review] Aku, Jerawat dan Naava Green

1:40 AM 139

Holaa~

Di sini aku mau berbagi tentang pengalaman menggunakan produk kecantikan, Naava Green.
Bagi yang menemukan blog saya dari google, berarti kalian sudah pernah dengar brand ini.
Bagi yang belum pernah dengar, Naava Green merupakan skincare seperti LBC, Natasha, Erha dsb. Bedanya Naava Green menyasar kaum menengah ke bawah.

Dikutip dari website Naava Green :
 NAAVAGREEN SERVICE
Semua proses perawatan dan produknya menggunakan bahan-bahan alami/natural. Keuntungan lain yang dapat diperoleh di naavagreen adalah, selain tentunya dengan biaya yang lebih murah, juga kualitas produk yang prima, dan pelayanan yang ramah serta pelayanan dokter yang profesional.
Naava Green juga sudah berlisensi BPOM dan sertifikat halal MUI, lho~ Naavagreen menggunakan bahan-bahan botanical alami, seperti rutin (apel), quercetin (blueberries), hesperedin (orange), astaxanthin (tomato),dll

Kesan awal tentang Naava Green

Walau Naava Green ini sudah lama berdiri, aku baru tahu tentang Naava Green ketika di Yogyakarta. Sebelumnya, saat kuliah di Solo, aku tidak pernah dengar tentang Naava Green, baik dari temen atau ketika jalan-jalan kota solo.

Di Yogya, kantor Naava Green cukup banyak dan berlokasi strategis. Yang pertama aku tahu itu di Jalan KusumaNegara. Dari gembira loka ke barat, sisi utara jalan sebelum perempatan lampu merah. Karena tiap sabtu, aku sering jalan ke kusuma negara, jadi sering lihat kantor Naava Green ini. Kesan yang aku dapat ketika lewat depan kantornya : rame. Pasti banyak motor yang parkir di luar. Karena penasaran kenapa bisa rame gitu, aku pun research di google tentang review produknya.

Selain di Yogya, Naava Green buka banyak cabang di kota-kota kecil juga. Lebaran kemarin waktu pulang ke Madiun, ada cabang Naava Green. Di Solo sendiri lokasinya di jalan Yosodipuro, sejalan dengan Mall Paragon. Dan masih banyak cabangnya lagi di kota-kota kecil lainnya.

Kesan kedua yang aku tangkap tentang Naava Green : murah. Di berbagai review yang ada, mereka mengatakan bahwa produk Naava Green itu murah. Karena aku tidak mengetahui perbandingan skincare lainnya, aku masih belum begitu percaya tentang harga murah itu. Apalagi kalau ternyata produk murah, hasilnya gak bagus kan sama aja. Di beberapa review, ada yang kecewa dengan produknya, jadi aku masih belum berani untuk mencoba.

Mulai mencoba Naava Green

1-2 tahun kemudian, wajahku yang mulus (ceile..) mulai berjerawat. Aku pikir sifatnya hormonal, tanda bentar lagi datang bulan. Tapi setelah selesai datang bulan, jerawatku tidak hilang-hilang juga. Akhirnya mulai searching-searching produk jerawat tapi yang alami. Sempat nyoba lightening water, air yang mengandung oksigen, tapi efeknya hampir tidak ada.

Teman sekantor pun menyarankan untuk mencoba Naava Green. Dia juga mempunyai masalah jerawat seperti aku. Aku sampaikan aja alasanku di atas yang membuat aku takut mencoba produk Naava Green. Dia meyakinkan aku bakal gak papa, pokoknya dicoba dulu, dengan gaya bahasanya yang menyakinkan (wajar.. dia marketing hahaha) aku putuskan untuk mencoba.

Cara pembelian di Naava Green tergolong mudah, yang lama antrinya T_T :
1) Ambil nomor antrian jika ada. Tidak semua kantor cabang Naava ada sistem nomor antrian
2) Ketika sudah dipanggil, daftar data diri terlebih dahulu. Bagi yang sudah punya keanggotaan, berikan kartu Naava-mu, atau jika hilang, sebutkan nama dan alamat. Nanti petugas akan mencari data kartu Naavamu
3) Sampaikan keperluanmu, apakah mau beli cream langsung, atau konsultasi atau perawatan lain, seperti facial.
4) Setelah petugas mencatat keperluanmu, kembali ke ruang tunggu. Tunggu hingga nama dipanggil.
5) Kamu akan dipanggil untuk membayar produk-produk yang kamu beli. Untuk biaya konsultasi gratis
6) Selesai membayar, tunggu dipanggil lagi untuk pengambilan produk atau giliran konsultasi/perawatan

Krim yang diberikan ada 3 : anti iritasi, krim malam dan krim pagi. Untuk awal pemakaian, akan disarankan menggunakan krim anti iritasi selama 3 hari. Setelah itu pakai krim malam dan krim pagi. Selain krim, ada facial toner dan facial wash (sabun muka) juga. Jadi kalau kamu baru pertama kali ke Naava Green, kamu akan dapat : 3 krim, facial toner dan facial wash.

Hasil Pemakaian produk Naava Green

Semua produknya ini (krim, toner dan sabun muka) nyaman dipakai. Karena aku tipe orang yang suka produk natural dan sebisa mungkin menghindari produk kimia, produk Naava ini cocok untuk aku. Sabun mukanya tidak berasa keras (tidak seperti Bi*re), cukup tuang sedikit trus digosok di tangan dan dikasih ke muka, terasa lembut dan bekerja optimal. Untuk tonernya juga lembut, tidak keras (tidak seperti Ov*le). Untuk krimnya, sama lembutnya juga. Bahkan pemakaian seminggu sudah terasa efeknya. Kulit jadi lebih halus, kenyal dan bersinar.

Aku baru menggunakan produk Naava tahun 2015, ketika jerawat melanda itu. Dan setelah pemakaian rutin kurang lebih 3 bulan, jerawat beneran hilang! Dan lebih mantapnya lagi, kulit aku lembut dan kenyal. Tidak kering dan tidak mengelupas. Seneng banget! Apalagi waktu itu jerawatku jerawat batu, hal yang aku pikir mustahil hilang huhuhu... Ibu pun yang tahu banget keluhanku tentang jerawat, setelah pemakaian produk Naava ini, berkomentar aku keliatan lebih putih, selain jerawat hilang tentunya hahaha...

Sedang temanku yang ngajak aku ke Naava Green ternyata gak cocok dengan produknya. Jerawat dia tambah banyak dan gatal-gatal. Jadi kalau dibilang produk Naava itu jelek, aku rasa nggak juga. Tergantung kondisi kulit masing-masing orang. Buat kamu yang mencoba Naava Green dan sampai sekarang belum ada skin care yang cocok, langsung coba aja. Karena apa yang dialami orang lain belum tentu akan sama di kita.

Untuk harganya pun murah, total semua krim, toner dan sabun muka itu, hanya sekitar 100ribuan. Itu waktu pembelian di yogya ya.. Harga per krimnya kurang dari 30ribu. Murah kan? Bandingkan di LBC lokasi di Yogya, harga perawatannya 200ribuan lebih. Kalau aku sih mikirnya, kalau yang murah udah bagus kenapa harus ke yang mahal.

Setelah jerawat hilang, aku berhenti pakai produk Naava, walaupun krimnya belum habis. Karena tujuanku memang cuma buat ngilangin jerawat. Selama berhenti pemakaian produknya tidak ada efek samping, mukaku seperti biasanya.

Puas! Beli Naava Green lagi deh

Kemudian tahun 2016 aku pindah ke Jakarta. Nah, 2 bulan setelah tinggal di Jakarta, jerawat muncul lagi. Gak tau karena makanannya, kondisi lingkungannya, airnya. Entahlah...

Saat itu wajahku juga agak kasar. Kalau tangan dioleskan ke pipi rasanya kayak bersisik gitu, kering dan tidak halus. Aku pakaikan SK-II tidak berefek. Aku putuskan kembali pakai Naava Green. Walau aku berdomisili di Jakarta, aku belinya di Solo, ketika pulang kampung, biar lebih hemat juga hahaha....

Niatnya langsung beli krimnya saja, tanpa konsultasi. Tapi karena terakhir pakai tahun 2015, mbaknya menyarankan untuk konsultasi, yaudah.. Pas konsultasi, dokternya megang pipiku dan langsung bilang "ini iritasi", weeh secepat itu periksanya. Jadilah aku beli paket yang sama seperti pertama pakai.

Aku juga putuskan untuk facial, banyak komedo bersarang huhuu.. Dan pas facial, atiiit bangettt T_T Selain karena udah lama gak facial/bersihin komedo, jerawat dan komedonya juga sudah berakar dalam. Hiks, sakit banget sumpeh... Sampe bengkak merah mukanya.

Pemakaian krim Naava ini baru jalan 1 mingguan. Efek merah-merah facial masih belum begitu hilang -akibat kebrutalan mbak nya-. Tapi yang jelas, ada efeknya. Kulit aku kembali kenyal dan lebih halus. Yang aku tulis sebelumnya kulit bersisik/kasar di bagian pipi, sudah hilang dan sekarang halus dan kenyal. kecuali di bagian yang bengkak karena facial T_T Aku sih percaya, nanti juga bakal kembali mulus seperti dulu.. Kalau sudah ada hasilnya, nanti aku update lagi di sini.


Buat teman-teman yang penasaran dengan produk Naava Green, udah.. langsung coba aja..  Kalau produk Naava ini jelek gak mungkin dong bisa banyak yang pakai sampai antrinya sebegitu... Kalau pengen tahu apa produknya ini cocok di kamu atau tidak, solusinya ya hanya dengan mencoba. Karena efek tiap orang beda-beda, tidak bisa digeneralisir. Kalau gak pengen wasting money, bisa minta krim temennya yang udah pakai Naava. Tapi dengan harga yang murah segitu, aku rasa langsung beli juga gak masalah.

Sekian review aku tentang Naava Green ini. Review ini tidak disponsori oleh Naava Green, aku cuma ingin berbagi pengalamanku kepada teman-teman. Semoga bermanfaat ya! Apabila ada yang ingin ditanyakan, feel free comment di bawah.

Thank you~

Thursday, July 21, 2016

Make Up and Me

9:26 PM 0



Sebagai wanita, semakin dewasa usia, semakin kita menyadari betapa pentingnya menjaga penampilan.
Dulu, masa-masa sekolah aku cuek banget sama yang namanya penampilan.
Pilih baju atau OOTD hari itu random banget.. Pokoknya nyaman! Udah gitu aja.. Perkara nyambung apa gak, cocok apa gak sama bentuk badanku, i dont really care..

Mulai aware sama namanya penampilan itu waktu kuliah. Tapi masih sebatas baju. Jadi aku mulai tertarik dengan model-model yang girly, sebelumnya koleksi bajuku model boyish. Untuk padu padan, aku pilih yang aman, seperti atasan girly tadi itu ditambah celana hitam. Udah, aman kan? hahaha...

Masa-masa kuliah aku belum kenal yang namanya make up. Make up sehari-hari itu cuma bedak dan lipgloss. Itu pun makenya kalau lagi inget aja ahahaha.. Ini bedak dari jaman kuliah masih awet sampe sekarang.. -,-

Jaman kuliah agak dandan itu pas mau datang ke nikahan. Itu pun masih trik dasar, bedak, lipstik dan eyeliner, ketularan dari Feni hahaha... Awal-awal nyoba eyeliner itu takut-takut gimana gitu, takut kecolok dan garisnya gak lurus, Secara, kalau make eyeliner harus lepas kacamata, pandangan buram seketika. Awal buat latihan, aku pakai eyeliner pensil, setidaknya 'pengendalian'nya lebih mudah dan kalau salah coret gampang dihapus. Sekarang pakai eyeliner cair udah bisa! yay~

Lulus kuliah, masuklah aku ke dunia kerja. You know lah, dunia kerja style pakaian pasti bakal beda banget.. Tapi, untuk kantor tempat aku kerja pertama ini, yang merupakan kantor startup penampilan itu gak ada bedanya dengan waktu jaman kuliah. Secara jadi programmer, pasti ya, gak perlu dandan yang kece badai haha..

Setahun kemudian, aku pindah ke divisi Marketing. Nah, tau kan kalau marketing tuh harus good looking. Jadi, mulai sejak saat itu mulai mengenal make up.
Definisi make up dalam kamusku sebelumnya, make up itu sesuatu yang mengubah dirimu dan menutupi dirimu. Itulah kenapa dulu aku tidak tertarik dengan make up.

Tapi sejak jadi Marketing ini, aku menemukan definisi baru tentang make up. Make up itu artinya merawat diri. Orang yang ber make up itu agar kelihatan terawat. Tidak terlihat dekil, pucat atau gak keurus. Makeup bukan tentang bedak, eyeshadow, lipstik saja, tetapi tentang menunjukkan kelebihan diri, merawat diri, menghargai orang dengan menampilkan penampilan yang enak dilihat. Produk kecantikan seperti obat jerawat, pelembab, termasuk make up juga.

Okay, aku mulai tertarik dengan makeup, tapi.. bukan berarti besoknya aku langsung beli alat makeup satu set trus asal dempul sana sini. So, aku belajar makeup dari temen marketingku, Ria. Ria ini jago banget makeupnya. Gak cuma make up-in diri sendiri, tapi juga make up-in orang lain.

Di dia, aku tanya-tanya tentang make up, misal "alat ini buat apa?", "cara bentuk alis gimana?", "aku cocoknya bedak warna dan merk apa?". Dia sabar menjawab pertanyaan pertanyaan pemulaku ini. Kadang juga ngajak belanja makeup yang murah tapi berkualitas. Dia juga nyaranin beberapa merk yang recommend. Pokoknya pengetahuan dia soal makeup top abiess.

Dari situ, komponen alat-alat make upku bertambah sedikit demi sedikit. Sebelumnya cuma punya bedak sama lipgloss, trus nambah eyeliner sama lipstik. Nambah lagi, eyeshadow, blush on. Sekarang set make up bisa dibilang lumayan komplit, bukan lagi koleksi pemula hahaha..

Seperti defini terbaruku tentang makeup, Make Up yang ku pakai bukan buat mengubah diriku jadi orang lain, yang kalau make up itu dihapus bikin orang langsung gak kenal aku.
Konsep make up-ku terdiri dari 3 poin ini (ceile..) :
1) Menonjolkan kelebihanku.
Kata temanku, Ria, bentuk mataku bagus. Jadi aku pakai eyeliner untuk menegaskan mata. Alisku juga sudah tebal, tidak perlu banyak corat-coret, cukup menutupi bagian yang kosong.
2) Menunjukkan diri terawat
Pernah ditegur sama Bapak HRD, "tya, kamu sakit kah? kok pucat?". Emang sih kayak perhatian, tapi aku merasanya kayak sindiran karena pas hari itu aku gak makeup-an sama sekali, bahkan bedak dan lipstik. Tau blush on? Itu yang buat merahin pipi. Menurut cowok, cewek yang pipinya kemerah"an, artinya sehat. Jadi ya sejak itu aku pikir make up itu penting, at least, buat kita keliatan lagi gak sakit, eh pucat.
3) Lebih enak dipandang
Enak dipandang ini bisa diartikan luas sih. Enak dipandang oleh cowok, oleh mitra/klien atau teman-teman. 

 Setelah lumayan tahu tentang make up, aku juga koleksi make up yang lain. Perawatan wajah seperti SK-II biar kulit tetap terawat dan kenyal, kontrol jerawat, begitu ada jerawat langsung basmi, penyegar wajah, setelah seharian diterpa panas, debu dan AC.
Perbanyak juga buah dan minum air putih, itu vitaminnya kulit. Kulit yang terawat yang akan membuat kita awet muda. Tidak hanya wajah yang dimakeupin, sisi badan yang lain juga.
Misal kaki dan tangan sering-sering diberi pelembab dan anti UV.

Karena cantik itu tidak hanya apakah kamu pintar ber-make up. Tetapi seberapa kamu percaya diri dengan dirimu, Dan jangan lupa, the best make up adalah Senyum dan Wudhu :)

Semoga aku diistiqamahkan untuk bermake up setelah menikah nanti untuk menyenangkan suami.

Sekian share story-ku tentang makeup.
Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua :)


Saturday, April 2, 2016

[Review Buku] The Naked Traveller 1 Year

1:49 AM 0

Saya ingin membagikan review mengenai dua buku ini. Sebenarnya buku ini bukan milik saya, tetapi milik perpustakaan kantor, dimana itu adalah milik Ibu owner yang kemudian kumpulan buku-bukunya dibuat perpustakaan mini. Biasanya saya baca novel yang percintaan atau komik, nah karena penasaran tentang buku yang melegenda ini, saya pun coba baca.

Ulasan ini hanya untuk 2 series bukunya, Part 1 dan Part 2, karena yang ada di perpustakaan hanya itu, Hahaha... Untuk part selanjutnya, saya belum tertarik beli, karena perpustakaan mini di kos saya sudah penuh :D

Buku ini diterbitkan oleh Penerbit B First (PT Bentang Pustaka) dan ditulis oleh Trinity, the most inspiring woman in travelling world, especially Indonesia. Masing-masing buku ini cukup tebal, ada 250an halaman tiap bukunya. Buku ini berisi tentang kisah perjalanan Trinity mengelilingi benua Amerika. Review lengkapnya akan saya jabarkan di bawah dengan dibagi poin-poin penilaian *berlagak juri*

Gaya penyampaian
Trinity menggunakan gaya bahasa yang santai tapi tidak acak adul. Jadi penggunaan kata dan komposisi bahasanya itu masih sesuai aturan EYD tetapi tidak formal-formal amit. Enak dibacanya dan 'suasana'nya itu dapat. Kadang saya ketawa baca opini mbak Trinity di sebuah kejadian. Kadang juga ikut-ikutan merasa capek, seperti saya sendiri yang mengalami travelling itu. Saya suka gaya penyampaiannya, gak bikin bosen!

Isi materi
Seperti judulnya, isi bukunya mengenai pengalaman travelling selama 1 tahun. Seperti kita tahu, di toko buku, buku travelling, baik panduan atau pengalaman orang travelling, sudah banyak beredar. Dan dari opini saya bukunya mbak Trinity ini beda! Kenapa bisa beda?

  1. Ketika buku travelling lain tempat yang didatangi seperti jepang, korea, ASEAN, china, hongkong, dst, mbak Trinity travelling ke Benua Amerika yang nun jauh di sana. Yang bahkan keberadaannya samar-samar *lebayy*. Awalnya mikir ngapain baca travellingnya ke Benua Amerika yg kurang terkenal untuk travelling, paling juga gak seru atau biasa-biasa aja. Eh ternyata oh ternyata.. seruu bangeet! Bikin penasaran tentang cerita ke kota selanjutnya! Apalagi yang kultur budaya, alamnya yang beda jauh dengan Indonesia, dari cerita mbak Trinity jadi tahu banyak hal! Jadi terinspirasi juga mau ke sana, terutama Machu Pichu *buka dompet dulu*
  2. Mengenai keniatan mbak Trinity, masuk kategori SANGAT NIAT! Bagaimana tidak, kalau buku travelling kebanyakan bercerita untuk perjalanan 1 minggu/lebih, mbak Trinity malah 1 tahun! Sampai direlain keluar kantor.. Niaat sumpaah! Gak banyak orang Indonesia yang berani travelling seperti itu. Dengan metode travelling seperti itu, malah jadinya ngerasa benar-benar yang namanya travelling, bukan lagi namanya liburan. Jadinya tahu benar kebiasaan masyarakat sana karena hidup selama berhari-hari di sana walaupun status tempat tinggalnya di hostel. 
  3. Selain menceritakan pengalaman dan kejadian yang ia temukan selama travelling, terkadang ada tips travelling juga disisipkan. Jadi bukunya ini juga bisa jadi buku panduan travelling walau tidak terlalu lengkap. 
  4. Lebih mengenal Indonesia di mata dunia. Mbak Trinity juga mengemban misi mempromosikan tanah air di masa travellingnya ini. Dari bukunya, aku jadi tahu bagaimana Indonesia di mata orang-orang Benua Amerika dan bagaimana orang Indonesia yang tinggal di Benua Amerika. Dan di antara traveller mancanegara lain, mbak Trinity dan temannya merupakan orang Asia pertama yang mereka temui selama travelling mereka. Hahaha.. orang Indonesia jarang yang travelling jauh ke barat sih. Dan pembuatan visa untuk WN Indonesia di sana itu ribet, bahkan semacam 'direndahkan'. Banyak yang kurang tahu tentang Indonesia di sana. Syedih :(
  5. Tampilan gambar berwarna. Nah kalau gini kan enak, jadinya gak perlu berimajinasi membayangkan laut itu biru, pasirnya putih :D
Kesimpulan : Banyak informasi dan hikmah *beratt bahasanya* yang bisa didapat setelah membaca buku ini. Bisa menginspirasi, bisa untuk menambah wawasan, bisa untuk entertainment, bisa juga untuk kamus bahasa (ada kamus bahasa spanyolnya dikit hahaha)

Harga
Untuk harga, aku no komen, secara bacanya aja minjem hahaha...

Kesimpulan
Buku mbak Trinity sangat recommended untuk kamu-kamu yang suka travelling atau yang pengen lebih mengenal Benua Amerika, seperti para Latin, Meksiko, Kuba, dll. Pembawaan ceritanya pun gak membosankan, salah satu alasan kenapa buku ini jadi Best Seller. 

Friday, April 1, 2016

Pengalaman backpacker ke Jakarta

12:08 AM 5

Pada pertengahan maret kemarin, aku dapat panggilan interview di Jakarta. Lokasi kantornya di daerah Jakarta Selatan. Sebagai seorang yang tinggal di Yogyakarta, kota yang kalem, damai dan nyaman, bepergian ke Jakarta seperti sebuah momok untukku. Melihat gambaran di Jakarta melalui media massa, media tv, dari pemberitaan yang aku lihat itu, kesanku tentang Jakarta : padat, macet, penuh emosi, tidak tenang (banyak yang marah2), banjir dan kotor. Untungnya bulan Januari dan Februari sudah berkunjung ke Jakarta dalam rangka dinas dan liburan, Dan ternyata, Jakarta tidak semenakutkan yang ku bayangkan.

Kalau perjalanan sebelumnya aku ada yang menemani baik dari Yogya atau pas di Jakarta, untuk yang satu ini, aku benar-benar sendiri 100%. Deg2-degan, takut atau was was sih tidak. Selama kita sesuai alur perjalanan dan berada di daerah yang ramai, Insya allah akan selamat di Jakarta. Sebagai persiapan, aku mencari informasi tentang transportasi umum di Jakarta, lokasi tempat penginap, tiket pulang-pergi Yogyakarta. Dengan bekal perjalanan tas punggung/ransel dan bawaan untuk menginap 2 malam karena tiket hari kedua habis T_T.

1) Tiket pulang pergi Jakarta - Yogyakarta
Langkah awal setelah mendapat tanggal pasti untuk waktu interview, pesan tiket Kereta Api pulang pergi. Selain kereta api, bisa juga dengan pesawat yang waktunya lebih efisien, waktu tempuh 1 jam. Kalau Kereta, waktu tempuh 8 jam. Karena tidak dikejar waktu dan sedang ingin berhemat, aku pilih menggunakan Kereta Api. Rutenya Jakarta Pasar Senen - Yogyakarta Lempuyangan
  • KA Berangkat : Bogowonto (150.000) 09:00 - 17:22
  • KA Pulang : Bengawan ( 80.000) 11:30 - 19:50
Waktu berangkat dua duanya on time, tetapi untuk waktu tiba molor sekitar 10-20 menit.

2) Memilih tempat menginap
Sebagai backpacker, pengiritan budget itu hal utama. Untuk mengirit, berarti tidak menginap di hotel, karena biaya menginap paling murah 250rb-300rb/malam. Sedang fasilitas yang kubutuhkan cuma tempat mandi dan tidur. Sebenarnya bisa juga tidak perlu booking penginapan, jika punya kenalan yang tinggal di Jakarta. Karena pertimbangan untuk bisa lebih dekat dengan interview, aku putuskan booking Hostel. Pilihanku jatuh di Pondok Heras Suite. Booking melalui traveloka, 2 malam total : 235rb-an. Cukup murah bukan? Dengan jarak ke tempat interview 1-2 km.

Pondok Heras Suite ini merupakan rumah biasa dengan pagar yang tinggi dengan alamat : 
Jalan Sungai Sambas VII No.26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Indonesia, 12130
Lokasi cukup strategis menurutku. Dekat dengan Plaza Blok M dan Blok M Square. Jalan kaki sekitar 10-15 menit. Dan di dekat Blok M Square ada halte busway dan terminal. Termasuk wilayah ramai, Melawai, dimana deretan bank-bank dan restoran berjejer. Ada minimarket 7/11 juga.

Untuk kamar dipisah lelaki dan perempuan. Ada fasilitas dapur juga. Untuk kamar mandi ada shower. Di kamar cewek, ada meja rias dan ruangan ber-AC. Sayangnya, pintu kamar mandi transparan (gak sepenuhnya sih, tapi bayang2 orang keliatan). Kalau ada tamu yang lain, risih rasanya. Di malam pertama, ada 1 tamu lain jadi berdua di kamar. Tapi pas malam kedua, sendiri. Sendirian di antara banyak kasur rasanya gimanaa gitu hahaha.

Untuk bed-nya, model spring bed. Nyaman, empuk, tetapi ketika bangun tidur, kasurnya ikut blesek jadinya badan pegel2 :(. Di bed-nya, ada colokan, selimut, bantal. Bunk bed-nya bahkan sampai 3 tingkat. Tinggii...

Waktu nginep kemarin, yang jaga mas-mas 1 orang. Saat reservasi, biasanya kalau booking di traveloka, kita tinggal menunjukkan kode booking ke pegawai hotel trus nanti mereka cek cek. Kalau di sini, mas-nya malah gak ngecek apa2, lha gimana mau ngecek, komputernya gak ada hahahaa... Jadinya serba manual, aku dimintain Kartu identitas, trus mas-nya nulis data diriku dan jumlah berapa malam menginap. Lumayan memakan waktu dan kurang efisien sih menurutku.

Saat aku masuk dan keluar, aku tidak bertemu penghuni hostel lain (selain teman 1 kamar di malam pertama). Agak parno ngebayangin kalau di situ hanya berdua dengan mas-nya. Jadinya waktu tidur sendirian, aku kunci deh kamarnya.

3) Makan
Sempat khawatir makan di Jakarta budget membengkak. Secara kota besar gitu.. beda dengan Yogya. Katanya di sana sekali makan 30rb ke atas per porsi. Kalau yang murah, makan di pinggir jalan, kadang parno, itu higienis apa nggak, gara-gara lihat berita di TV tentang 'kekreatifan' pedagang Jakarta dalam meracik makanan.

Hari pertama : setelah tiba di stasiun Pasar Senen sore hari, kemudian lanjut ketemuan dengan teman kuliah di Atrium Senen sekalian makan malam. Makan di bento-bentoan, lupa nama restorannya. Pilih menu -lupa juga namanya- yang isinya nasi, brokoli dan daging. Untuk rasa, rasanya biasa saja, kurang menggugah selera. Harga : 50rb


Hari kedua : Karena jarak hostel yang dekat dengan lokasi interview dan nanggung juga jika naik gojek (12.000) aku memutuskan jalan kaki, sekalian lihat pemandangan. Jalanan rame, tapi tidak macet karena berada di daerah komplek perumahan bukan di jalan raya utama. Pilihan sarapan jatuh pada gerobak Bubur Ayam. Harga seporsi 10ribu. Murah menurutku dan enak juga. Kemudian mampir ke 7/11 membeli Aqua botol.

Makan siang di Gandaria City Mall, karena lokasi interview dekat dengan situ, sekalian juga mau kuliner makanan, walau jelas mahalnya T_T. Pilihan jatuh di Jeans Chilli Chicken, banyak yg review resto yang direkomendasikan. Ternyata ini restoran Korea. Dan saat itu, ada pengunjung korea yang ikut makan. Lucu dengarnya pas mereka manggil pelayan "Permisyii..." :D.

Aku pilih paket makanan bento -lupa namanya- yang isinya ada nasi, kimchi, ayam saos teriyaki, salad dan snack seperti bakwan+ocha tapi bentuknya kotak. Rasanya enaakkk. Tetapi pas makan daging ayamnya agak susah karena yang ada tulangnya, mau gak mau ya dipegang deh. Alat makan yang disediakan sumpit dan sendok, dua duanya berbahan aluminium. Harga total plus pajak (harga yang tertera di booklet belum termasuk pajak) jadi sekitar 70rb. Hiikss.. mahalll, cukup sekalii saja.



Makan malam beli di dekat hostel. Sebelumnya rencana ketemuan dengan teman di Plaza Blok M, tetapi dibatalkan karena dia lembur. Karena siang budget makannya lumayan, jadilah makan malam ini milih yang hemat aja. Di daerah melawai tadi, dekat bank BNI ada gerobak penjual makanan. Sebelumnya pernah baca review, di internet bahwa ada soto yang enak banget dan murah di dekat BNI Melawai. Aku pikir "Nah, pasti ini yang dimaksud" dengan hati senang, aku datengin gerobaknya. Pas udah deket, "lho kok nasi goreng?" Jiaah,, bukan ternyata. Berhubung sudah disapa sama bapaknya "pesan apa neng?" jadilah beli nasi goreng. Harganya murahh, 10rb juga. Kalau di Yogya, yang gerobakan gini kadang lebih mahal daripada yang di warung. Kalau di Jakarta kebalikannya.

Setelah dapat nasi goreng, dibungkus dengan sterefoam, aku mampir ke 7/11 beli air minum sekalian makan di situ. 7/11 ini berseberangan dengan Bank BNI tadi. Pas lagi makan sambil lihat2 suasana jalan, di sisi lain BNI (kalau nasi goreng timur, ini Barat) ada penjual gerobak makanan. "Lhaa apa itu yang di review? Tapi sudahlah, yang penting makan kenyang".

Hari Ketiga : waktunya pulang. Jadwal kereta masih siang nanti jam 11:30. Untuk sarapan, aku beli paket di 7/11, nasi ayam+air minum, 10rb. Lumayaan. Rasa nasi ayamnya biasa, tapi lumayan mengenyangkan. Untuk bekal makanan di kereta, aku beli paket yang sama di 7/11 yang 10ribu.

Jadi total pengeluaran untuk makan selama 3 hari 2 malam : 50rb + 10rb+70rb+10rb+10rb+10rb+10rb (minum) = 170rb

4) Transportasi umum + Jalan-jalan
Walau temanya interview, mumpung di Jakarta, sekalian dong jalan-jalan. Berikut aku urutkan sesuai urutan kunjugan.
  • Atrium Pasar Senen. Mall ini untuk ukuran Jakarta kecil, lokasi dekat dengan Busway Senen Central, Pasar Senen  dan stasiun. Dari stasiun, jalan kaki sekitar 5-10 menit. Seperti Mall pada umumnya, banyak toko-toko dan restoran, Waktu itu ada pameran baju murah di hall nya. Tapi menurutku masih mahal. 
  • Berkunjung ke Event Pameran Bridestory di Sheraton Hotel. Sheraton Hotel ini satu bagian dengan Gandaria City Mall. Setelah interview, aku langsung cuss ke event ini. Penasaran kayak apa, apalagi temanya pernikahan, bikin ngileerr,. hahahaa. Naik ke lantai 3 Sheraton Hotel dengan lift, begitu lift terbuka, langsung ke area event pameran ini. Dekorasinya W.O.W, beautifull~ dan bikin mupeng. Pengunjung yang datang kebanyakan Chinese hahaha. Keliatan tampang berduit hahaha. Dan sepertinya di event ini memang target pasarnya kalangan menengah ke atas. Dan aku nyasar dengan tampilan backpacker, tas ransel + outfit interview. Daripada kelamaan dipandangi, aku lngsung cus keluar. Sempat foto-foto suasana pamerannya. 
  • Jalan2 ke Tanah Abang dengan KRL. Lokasi interviewku di Gandaria dan itu dekat dengan stasiun KRL Kebayoran. Aku penasaran mau nyobain KRLnya Jakarta dan juga Tanah Abang yang terkenal itu. Jadilah setelah interview, meluncur ke stasiun KRL dengan gojek. Jaraknya tidak jauh sebenarnya, tapi trafik dan kondisi jalannya tidak mendukung untuk jalan kaki. Biaya tiket KRLnya 2500+10rb. Penjelasan detail tentang KRL ada di bawah. Tanah abang sendiri seperti kawasan ruko/toko kecil. Dan ternyata Tanah Abang itu luas. Ketika keluar stasiun KRL Tanah Abang, ruko yang diseberang itu sudah masuk kawasan tanah Abang. Truus, nanti ada Tanah Abang Blok G, semacam bangunan bertingkat. Dan di sisi lainnya, ada Tanah Abang Blok A, ini katanya khusus menjual produk premium, alias di atas 100rb-an. Waktu itu cuma mampir ke Tanah Abang Blok G, lihat-lihat saja, aku tidak ada beli. Untuk yang buat jualan atau harga grosir itu kawasan Tanah Abang seberang stasiun KRL. Untuk rute busway tidak ada yang langsung ke Tanah Abang, harus oper dengan angkutan. Karena saat itu aku sudah kakiku sudah lelah jalan kaki, jadi pulangnya naik Gojek.
  • Blok M Square. Aku ke Blok M Square saat hari pertama (tiba) dan hari ketiga (pulang). Karena pintu masuk-keluar busway harus melewati bawah tanah blok M Square. Saat tiba, itu malam hari jam 9an, turun dari halte, ternyata masuk ke bawah tanah Blok M Square. Banyak pedagang kios yang masih buka dan banyak juga yang tutup. Sempat bingung, keluarnya ke arah mana. Yang saat pulang, itu sekitar jam 9 pagi, Blok M yang di luar masih sepi. Yang buka masih bisa diitung jari. Turun ke bawah tanahnya lagi, yang ruko-rukonya sudah mulai banyak yang buka. Kemudian naik tangga, untuk ke halte Busway. 
  • Pasar Senen. Lokasinya dekat banget dengan Stasiun, jadi aku memutuskan untuk mampir sekaligus killing time menunggu kereta. Pasar Senen terkenal dengan barang2nya yang murah, tetapi lebih terkenal lagi dengan pusatnya baju bekas. Baju bekasnya ini baju bekas import, ada juga CD (celana dalam) bekas (beneraann), tas import bekas dan banyak lagi. Baju bekas ini ada di sekitar lantai 2 dan 3. Kalau aku lihat, ini mirip awul-awul pas sekatenan Yogya. Baju bekasnya dipajang pakai gantungan, ada juga manekin separuh badan tetapi dengan penampilan yang kusut. Kalau beruntung, bisa dapat baju bekas merk ternama dengan harga 50ribuan! Selain itu juga banyak yang jualan kacamata, seragam sekolah, seragam tentara/polisi, makanan (snack2) dan buah. Karena aku tidak berniat membeli apa-apa dan gak seru juga belanja sendiri, aku cuma muter2 saja. Sayangnya, kondisi lingkungan pasarnya kumuh, kotor, lantai banyak hilang tidak bertegel. Suasana ruko didalamnya juga kurang rapi dan bersih. Tapi walau begitu, Ada eskalatornya juga di dalam. 
Transportasi umum 
Dulu, kunjungan sebelumnya, dalam rangka dinas, biaya transportasi ditanggung perusahaan, Jadi biasanya naik taksi atau grabbike. Karena sekarang backpacker, naik gojek atau grabbike, hitungannya mahal dibanding naik busway dan krl. Jadilah aku mencoba transportasi busway dan krl. Paling naik gojek untuk daerah yang tidak terjangkau busway dan KRL atau kalau butuh cepat dan tidak capek. 

- Busway
Kalau sering lihat berita di tv atau koran atau media online, pasti tahulah tentang Busway.
Busway yang aku naiki merupakan versi kedua setelah kasus busway yang terbakar itu. Menurutku lebih nyaman dan lebih bagus. Busway sebelumnya. Yang versi sebelumnya, lantainya bunyi bunyi kalau kita injak berasa rapuh hahaha.
Dan bedanya lagi, ada pemisahan kubu cewek dan cowok. Kubu cewek bagian depan dekat supir, kubu cowok bus bagian belakang. Kalau penumpang lagi rame, biasanya campur cewek cowok di bagian tengah. Kemudian ada tanda diutamakan untuk orang tua, ibu hamil dan ibu yang menggendong anak. Ada slot khusus untuk pengguna kursi roda. Kernetnya masih muda dan di tiap halte yang akan didatangi, kernetnya pasti bersuara memberitahukan.

Kalau teman-teman bingung tentang rutenya, bisa dilihat di sini :


Untuk tiket busway tidak bisa dibeli one way route. Kita harus punya kartu e-money, seperti BCA Flazz, Mandiri e-money atau Indomaret Card. Ketika mau naik busway, di haltenya, kita tap kartu tersebut. Harga busway adalah 3500 sekali tap. Jadi jauh dekat hanya 3500 selama kita tidak keluar dari halte. Murah bukan? Dan lagi, menurutku busway yang sekarang nyaman dan aman. Saat aku menaiki busway kemarin, untungnya tidak pas jam sibuk, jadi penumpangnya tidak padat dan jalanan tidak macet.

- KRL atau Monorel
Merupakan transportasi kereta dalam kota yang menghubungkan ke kota Jabodetabek. Sayang, pemandangan yang dilalui KRL kurang enak, rumah-rumah kumuh di pinggir rel, daerah yang kurang terawat, tumpukan sampah, dll. Miriis :(

Untuk tarif, sangat muraah! 5 stasiun pertama dikenakan biaya 3000, stasiun kelebihannya dikenakan biaya 500/stasiun. Dan kita bisa beli tiket one way, alias tidak perlu berlangganan kartu KRL, tetapi dikenakan biaya tambahan 10.000 untuk jaminan biaya kartu. Uang jaminan ini akan dikembalikan setelah kartu kita kembalikan. Kalau kamu punya kartu Bca Flazz, kamu bisa gunakan untuk tap tiket di KRL. Sedang untuk mandiri e-money tidak bisa.

Jadi ingat, di sepanjang jalan Jakarta yang aku lewati, sedang ada banyak pembangunan. Penggalian tanah, Tiang-tiang tinggi di jalan raya, sepertinya itu untuk monorel. Semoga pembangunan segera selesai dan berjalan dengan lancar. Stasiun monorel pun beberapa masih dalam tahap pembangunan.

Untuk stasiun KRL Tanah Abang sepertinya sudah selesai, hanya saja gerbang keluarnya kurang menarik. Dan saat keluar stasiun Tanah Abang, di pinggir trotoar, antara pejalan kaki dan jalan raya ada sekat pembatas jalan. Nah di situ ada pedagang yang duduk menawarkan jajanan. Kalau biasanya pedagang kaki lima ambil tempat di trotoar pejalan kaki, yang ini ngambil tempat di jalan raya, jadi belakangnya mobil motor yang sedang berlalu lalang. Antara gregetan, kasihan dan sedih :(

Untuk penampakan kereta KRL menurutku bagus. Bersih, nyaman, ada rute KRL, ada mbak2 operator yang mengabarkan posisi juga ada pintu otomatis.

Selanjutnya tinggal perawatan dari pihak KA dan masyarakatnya agar KRL ini bisa awet dan menjadi solusi warga Jakarta.

- Gojek atau Grabbike
Sebelumnya, aku pernah nyoba Gojek dan Grabbike saat harga promo. Saat itu promo Gojek jauh dekat 10.000 sedang Grabbike 5.000. Muraah banget! Untuk transportasi dari bandara ke kota itu terbilang murah. Tetapi saat aku backpacker kemarin ini, promo itu sudah tidak ada. Tarifnya sudah beda. Untuk gojek 12.000 dibawah 20km, lebih dari 20km ada tambahan biaya.
Grabbike kadang bisa lebih murah atau lebih mahal dari gojek. Dan saat backpacker kemarin, aku naik Gojek 2x.

- Angkutan
Di tengah maraknya transportasi online, angkutan masih jadi idola. Karena ada beberapa rute angkutan yang tidak dijangkau busway. Saat istirahat di kursi pinggir jalan Tanah Abang, banyak angkutan yang bersliweran. Dan frekuensinya sering atau bahkan selalu ada. Lewat 2-3 angkutan, berselang beberapa detik sudah muncul lagi. Tidak seperti busway yang jarang sekali hahaha..

Sayangnya, pengemudinya kurang taat aturan. Kadang mereka menurunkan penumpang di tengah jalan atau bahkan di zebra cross!! Memang sih sedang tidak ada yang menyeberang dan jalanan lagi sepi, tapi tetap saja.... Dan ternyata penumpangnya juga gitu, cegat angkutan di tengah jalan raya, di pembatas jalan. Ckckck.. Yasudahlah...

Begitulah kira-kira pengalamanku backpacker di Jakarta selama 3 hari 2 malam. Maapkan kalau penulisannya kurang rapi atau kurang enak dibaca.
Terima kasih buat teman-teman yang sudah mampir.
Semoga artikel ini berguna untuk teman-teman ^_^

Kalau ada yang mau ditanyakan atau share pengalaman, boleh di bawah ini.. Dengan senang hati akan ku balas.. ^o^